alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Wisata Bromo Tengger Semeru Ditarget Rp 20,9 M, Terealisasi Rp 6,9 M

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKAPURA, Radar Bromo– Wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) tahun 2020 ditargetkan bisa menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 20,9 miliar. Ketika pandemi Covid-19, wisata BTS dalam tahun 2020, hanya bisa mencapai Rp 6,4 miliar. Masih kurang sekitar 14,5 miliar untuk bisa capai target.

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Syarif Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu sangat berdampak pada sektor pariwisata. Mulai ditutupnya wisata BTS selama beberapa bulan di tahun lalu, membuat jumlah kunjungan wisatawan ke BTS menurun.

”Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dalam sektor pariwisata, termasuk wisata Bromo Tengger Semeru,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ditanya soal PNBP BTS? Syarif mengatakan, tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 wisata BTS ditargetkan bisa sumbang PNBP sekitar Rp 20,9 miliar. Namun, adanya pandemi membuat kondisi wisata terganggu. Realisasi capaian PNBP BTS tahun lalu hanya sekitar Rp 6,4 miliar.

”Tahun ini, untuk target PNBP Bromo Tengger Semeru sendiri tetap sama dengan tahun kemarin, sekitar Rp 20,9 miliar. Dengan harapan, tahun 2021, kondisi sektor pariwisata kembali pulih,” terangnya.

Soal kunjungan wisata BTS, diungkapkan Syarif, juga alami penurunan drastis. Dalam setahun 2020 jumlah kunjungan hanya sekitar 196.428 wisatawan. Dengan jumlah wisatawan nusantara sekitar 193.770 orang dan wisatawan mancanegara sekitar 2.658 orang.

”Kunjungan wisatawan mancanegara itu terjadi sebelum pandemi Covid-19. Sejak pandemi sampai saat ini masih melarang wisatawan mancanegara masuk wisata Bromo,” ungkapnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKAPURA, Radar Bromo– Wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) tahun 2020 ditargetkan bisa menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 20,9 miliar. Ketika pandemi Covid-19, wisata BTS dalam tahun 2020, hanya bisa mencapai Rp 6,4 miliar. Masih kurang sekitar 14,5 miliar untuk bisa capai target.

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Syarif Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu sangat berdampak pada sektor pariwisata. Mulai ditutupnya wisata BTS selama beberapa bulan di tahun lalu, membuat jumlah kunjungan wisatawan ke BTS menurun.

”Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dalam sektor pariwisata, termasuk wisata Bromo Tengger Semeru,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Mobile_AP_Half Page

Ditanya soal PNBP BTS? Syarif mengatakan, tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 wisata BTS ditargetkan bisa sumbang PNBP sekitar Rp 20,9 miliar. Namun, adanya pandemi membuat kondisi wisata terganggu. Realisasi capaian PNBP BTS tahun lalu hanya sekitar Rp 6,4 miliar.

”Tahun ini, untuk target PNBP Bromo Tengger Semeru sendiri tetap sama dengan tahun kemarin, sekitar Rp 20,9 miliar. Dengan harapan, tahun 2021, kondisi sektor pariwisata kembali pulih,” terangnya.

Soal kunjungan wisata BTS, diungkapkan Syarif, juga alami penurunan drastis. Dalam setahun 2020 jumlah kunjungan hanya sekitar 196.428 wisatawan. Dengan jumlah wisatawan nusantara sekitar 193.770 orang dan wisatawan mancanegara sekitar 2.658 orang.

”Kunjungan wisatawan mancanegara itu terjadi sebelum pandemi Covid-19. Sejak pandemi sampai saat ini masih melarang wisatawan mancanegara masuk wisata Bromo,” ungkapnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2