alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Jembatan Kedungasem Mau Dibangun, 8 Februari Uji Coba Tutup Jalur  

WONOASIH, Radar Bromo– Rencana pembangunan Jembatan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terus dimatangkan. Termasuk, rencana penutupan jalur selama proyek berlangsung. Rencananya, penutupan jalur ini akan ditutup mulai pekan depan. Bahkan, diperkirakan ketika Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah akan tetap ditutup.

Kemarin, Satlantas Polres Probolinggo Kota, Satlantas Polres Probolinggo, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, dan Dishub Kota Probolinggo telah bertemu. Mereka membahas terkait rencana penutupan jembatan nasional yang menjadi akses antara Surabaya-Jember itu.

Rencananya, jembatan ini akan ditutup mulai Senin (8/2). Meski masih sebagai bentuk uji coba, jika dinilai berhasil, penutupan akan terus dilakukan sampai proyek rampung pada 25 Juni 2021. Namun jika dinilai kurang baik, akan dilakukan koordinasi lanjutan.

“Kami bersama Dishub kota dan kabupaten serta Satlantas Polres Probolinggo Kota telah melakukan koordinasi mengenai pembangunan Jembatan Kedungasem. Rencananya, pada 8 Februari besok akan dilakukan uji coba penutupan jalur,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Iptu Nyoman Harayasa, kemarin.

Didampingi KBO Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda M. Rizal, Nyoman mengatakan, uji coba penutupan akan diterapkan selama dua hari. Jika hasilnya baik, akan terus dilakukan sampai proyek jembatan ini rampung.

“Jika hasilnya baik dalam uji coba, saat itu juga akan mulai dikerjakan. Penutupan akan berlangsung seterusnya hingga proyeknya selesai. Dengan perkiraan pekerjaan hingga bulan Juni, maka pada saat Lebaran, tetap dilakukan penutupan,” jelasnya.

Saat Jembatan Kedungasem ditutup, jalur lalu lintas akan dialihkan. Kendaraan yang datang dari timur di Jalur Pantura dan hendak ke Lumajang atau Jember, akan dialikan ke selatan di Pertigaan Sinto, Kecamatan Dringu. Itu khusus kendaraan roda empat bertonase rendah.

Bagi roda empat bertonase tinggi, akan diarahkan ke Jalur Lingkar Utara (JLU). Begitu juga sebaliknya. “Jadi, truk besar harus lewat JLU dulu. Memutar lah sedikit,” ujar Nyoman. (rpd/rud)

WONOASIH, Radar Bromo– Rencana pembangunan Jembatan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terus dimatangkan. Termasuk, rencana penutupan jalur selama proyek berlangsung. Rencananya, penutupan jalur ini akan ditutup mulai pekan depan. Bahkan, diperkirakan ketika Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah akan tetap ditutup.

Kemarin, Satlantas Polres Probolinggo Kota, Satlantas Polres Probolinggo, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, dan Dishub Kota Probolinggo telah bertemu. Mereka membahas terkait rencana penutupan jembatan nasional yang menjadi akses antara Surabaya-Jember itu.

Rencananya, jembatan ini akan ditutup mulai Senin (8/2). Meski masih sebagai bentuk uji coba, jika dinilai berhasil, penutupan akan terus dilakukan sampai proyek rampung pada 25 Juni 2021. Namun jika dinilai kurang baik, akan dilakukan koordinasi lanjutan.

“Kami bersama Dishub kota dan kabupaten serta Satlantas Polres Probolinggo Kota telah melakukan koordinasi mengenai pembangunan Jembatan Kedungasem. Rencananya, pada 8 Februari besok akan dilakukan uji coba penutupan jalur,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Iptu Nyoman Harayasa, kemarin.

Didampingi KBO Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda M. Rizal, Nyoman mengatakan, uji coba penutupan akan diterapkan selama dua hari. Jika hasilnya baik, akan terus dilakukan sampai proyek jembatan ini rampung.

“Jika hasilnya baik dalam uji coba, saat itu juga akan mulai dikerjakan. Penutupan akan berlangsung seterusnya hingga proyeknya selesai. Dengan perkiraan pekerjaan hingga bulan Juni, maka pada saat Lebaran, tetap dilakukan penutupan,” jelasnya.

Saat Jembatan Kedungasem ditutup, jalur lalu lintas akan dialihkan. Kendaraan yang datang dari timur di Jalur Pantura dan hendak ke Lumajang atau Jember, akan dialikan ke selatan di Pertigaan Sinto, Kecamatan Dringu. Itu khusus kendaraan roda empat bertonase rendah.

Bagi roda empat bertonase tinggi, akan diarahkan ke Jalur Lingkar Utara (JLU). Begitu juga sebaliknya. “Jadi, truk besar harus lewat JLU dulu. Memutar lah sedikit,” ujar Nyoman. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/