alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

2021, Laporan Bencana di Kabupaten Probolinggo Meningkat

DRINGU, Radar Bromo – Wilayah Kabupaten Probolinggo masih masuk kawasan rawan bencana. Selama 2021, terjadi 108 bencana. Jumlah ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Tahun kemarin tercatat ada 107 bencana.

Becana alam yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo dalam kurun waktu satu tahun terdiri atas beberapa jenis. Di antaranya, 49 bencana tanah longsor, 25 bencana banjir dan genangan, serta 24 kejadian bencana angin kencang.

Selanjutnya, ada 4 bencana rob dan abrasi serta 2 kebakaran hutan dan lahan. Kemudian, kecelakaan air, kekeringan, gempa bumi, dan pandemi Covid-19, masing-masing 1 kejadian.

“Dari beberapa kejadian bencana yang melanda paling tinggi adalah tanah longsor, banjir dan genangan, serta angin kencang,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga.

Bencana juga memiliki dampak, sehingga perlu penanganan. Di antaranya, sebanyak 11.239 unit rumah tergenang, rumah rusak berat sebanyak 36 unit, rumah rusak sedang sebanyak 36 unit, rumah rusak ringan sebanyak 49 unit.

Di samping itu, juga terdapat 49 unit infrastruktur rusak, sebanyak 2 unit fasilitas pendidikan rusak, dan sebanyak 2 unit fasilitas umum rusak. Sementara, 45 batang pohon tumbang dan 166 hektare lahan rusak akibat bencana.

Dari sisi korban jiwa, ada 2 orang meninggal dunia, sebanyak 6 orang terluka, dan 281 orang mengungsi akibat bencana. “Selama kurun waktu setahun dampak dari bencana perlu diwaspadai. Selain untuk mitigasi risiko bencana, juga untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

DRINGU, Radar Bromo – Wilayah Kabupaten Probolinggo masih masuk kawasan rawan bencana. Selama 2021, terjadi 108 bencana. Jumlah ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Tahun kemarin tercatat ada 107 bencana.

Becana alam yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo dalam kurun waktu satu tahun terdiri atas beberapa jenis. Di antaranya, 49 bencana tanah longsor, 25 bencana banjir dan genangan, serta 24 kejadian bencana angin kencang.

Selanjutnya, ada 4 bencana rob dan abrasi serta 2 kebakaran hutan dan lahan. Kemudian, kecelakaan air, kekeringan, gempa bumi, dan pandemi Covid-19, masing-masing 1 kejadian.

“Dari beberapa kejadian bencana yang melanda paling tinggi adalah tanah longsor, banjir dan genangan, serta angin kencang,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga.

Bencana juga memiliki dampak, sehingga perlu penanganan. Di antaranya, sebanyak 11.239 unit rumah tergenang, rumah rusak berat sebanyak 36 unit, rumah rusak sedang sebanyak 36 unit, rumah rusak ringan sebanyak 49 unit.

Di samping itu, juga terdapat 49 unit infrastruktur rusak, sebanyak 2 unit fasilitas pendidikan rusak, dan sebanyak 2 unit fasilitas umum rusak. Sementara, 45 batang pohon tumbang dan 166 hektare lahan rusak akibat bencana.

Dari sisi korban jiwa, ada 2 orang meninggal dunia, sebanyak 6 orang terluka, dan 281 orang mengungsi akibat bencana. “Selama kurun waktu setahun dampak dari bencana perlu diwaspadai. Selain untuk mitigasi risiko bencana, juga untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/