alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Keputusan Pembelajaran Tatap Muka Ditentukan Akhir Bulan Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga kini pembelajaran tatap muka di Kabupaten Probolinggo masih belum dilaksanakan. Pasalnya masih dilakukan analisis dan evaluasi oleh satgas Covid-19. Keputusan akan ditentukan akhir bulan mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, mengatakan bahwa satuan pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMA belum diperkenankan untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka. Sebab pada saat libur Nataru. potensi kerumunan terjadi. Sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi penyebaran pandemi.

“Di Kabupaten Probolinggo belum ada satuan pendidikan yang melakukan pembelajaran tatap muka. Masih analisis dan evaluasi satgas Covid-19. Akhir Januari diperkirakan sudah bisa ditentukan,” ujarnya.

Perkembangan kasus menjadi dasar penentuan keputusan. Hingga kini kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo masih belum menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Masih ditemukan beberapa kasus yang mengalami lonjakan. Kondisi seperti ini membuat satgas berpikir dua kali, karena kebijakan di sektor pendidikan yang dilaksanakan tidak boleh mengenyampingkan kesehatan yang saat ini masih rentan.

“Melihat kondisi saat ini memang masih belum memungkinkan. Masih ada lonjakan kasus yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Rozi menyampaikan sambil menunggu hasil analisis dan evaluasi. Satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran tatap muka. Diantaranya melakukan analisis kesiapan sekolah dan warga sekolah meliputi peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, wali murid, dan komite sekolah. Kemudian melakukan analisis perkembangan penanganan Covid-19 selama libur Nataru.

Tidak hanya itu, Dispendik juga harus meningkatkan koordinasi, komunikasi, kolaborasi, serta sinergi. Antara komite sekolah dan wali murid dalam penegakan protokol kesehatan. Penyemprotan dan kegiatan kebersihan secara berkala dan periodik dilingkungan sekolah/madrasah juga digalakkan.

Serta kesiapan lainnya meliputi ketersediaan sarana sanitasi, mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan, kesiapan penggunaan masker, memiliki thermogun, pemetaan warga satuan pendidikan, dan mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali.

“Persiapan tentu perlu dilakukan, harapannya saat kebijakan pembelajaran tatap muka dimulai satuan pendidikan sudah siap,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga kini pembelajaran tatap muka di Kabupaten Probolinggo masih belum dilaksanakan. Pasalnya masih dilakukan analisis dan evaluasi oleh satgas Covid-19. Keputusan akan ditentukan akhir bulan mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, mengatakan bahwa satuan pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMA belum diperkenankan untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka. Sebab pada saat libur Nataru. potensi kerumunan terjadi. Sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi penyebaran pandemi.

“Di Kabupaten Probolinggo belum ada satuan pendidikan yang melakukan pembelajaran tatap muka. Masih analisis dan evaluasi satgas Covid-19. Akhir Januari diperkirakan sudah bisa ditentukan,” ujarnya.

Perkembangan kasus menjadi dasar penentuan keputusan. Hingga kini kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo masih belum menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Masih ditemukan beberapa kasus yang mengalami lonjakan. Kondisi seperti ini membuat satgas berpikir dua kali, karena kebijakan di sektor pendidikan yang dilaksanakan tidak boleh mengenyampingkan kesehatan yang saat ini masih rentan.

“Melihat kondisi saat ini memang masih belum memungkinkan. Masih ada lonjakan kasus yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Rozi menyampaikan sambil menunggu hasil analisis dan evaluasi. Satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran tatap muka. Diantaranya melakukan analisis kesiapan sekolah dan warga sekolah meliputi peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, wali murid, dan komite sekolah. Kemudian melakukan analisis perkembangan penanganan Covid-19 selama libur Nataru.

Tidak hanya itu, Dispendik juga harus meningkatkan koordinasi, komunikasi, kolaborasi, serta sinergi. Antara komite sekolah dan wali murid dalam penegakan protokol kesehatan. Penyemprotan dan kegiatan kebersihan secara berkala dan periodik dilingkungan sekolah/madrasah juga digalakkan.

Serta kesiapan lainnya meliputi ketersediaan sarana sanitasi, mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan, kesiapan penggunaan masker, memiliki thermogun, pemetaan warga satuan pendidikan, dan mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali.

“Persiapan tentu perlu dilakukan, harapannya saat kebijakan pembelajaran tatap muka dimulai satuan pendidikan sudah siap,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/