alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Tagih Janji Perda Difabel, Anggota Formasi Probolinggo Turun Jalan

KANIGARAN,Radar Bromo– Belasan difabel yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Inklusi (Formasi) Kota Probolinggo, turun jalan. Aksi damai yang dilakukan bertepatan dengan Hari Difabel Internasional itu guna “menagih” peraturan daerah (perda) difabel yang dijanjikan DPRD Kota Probolinggo.

Kamis (3/12), aksi itu digelar di kantor DPRD Kota Probolinggo. Muhammad Syahku, 35, perwakilan difabel asal Kelurahan Jerebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, mengatakan, pada 2019 lalu sejumlah komunitas difabel meminta DPRD membuatkan perda mengenai difabel. Seperti di Jember dan Situbondo.

Usulan itu disikapi positif oleh DPRD. Bahkan, Februari lalu, DPRD menjanjikan akan menggodoknya.

“Bertepatan dengan Hari Difabel Internasional, ini kami berinisiatif menjemput bola mengenai perda difabel yang dijanjikan dewan pada Februari lalu,” ujar Syahku.

Mereka turun jalan dengan memberikan karangan bunga kepada sejumlah anggota dewan. Karangan bunga itu bertuliskan “Dengan Perda, Disabilitas Semakin Bisa.” Karangan bunga ini juga diberikan kepada sejumlah warga yang melintas di depan kantor DPRD. Aksi ini juga dilanjutkan ke Polres Probolnggo Kota.

Karena anggota DPRD sedang kunjungan kerja (kunker), perwakilan difabel tersebut ditemui Kabag Umum Sekretariat DPRD, Mardi Prihatini. Kepadanya, Abdul Gofur, perwakilan difabel mengaku diminta mengirim surat untuk mengatur pertemuan dengan anggota dewan. “Karena dewanya sedang kunker, kami diminta untuk mengatur jadwal ulang. Sehingga, aspirasi yang kami bawa bisa diterima dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, peran pemerintah terhadap difabel sudah baik. Bahkan, Dinas Sosial (Dinsos) membantu peralatan dan pelantikan. Namun, dengan adanya perda, kesejahteraan pendidikan, kesehatan, dan lainnya, bisa lebih terjamin.

Sementara itu, Mardi Prihatini memastikan anggota DPRD sedang ada kegiatan di luar kota. “Kami sudah menyarankan agar mengirim surat permohonan audiensi dengan dewan,” ujarnya.

Terpisah, Sekertaris Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sriwahyuni mengatakan, komisinya sudah membuat usulan raperda inisiatif tentang penyelenggaraan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

“Saat ini saya sedang di Biro Hukum Provinsi (Jawa Timur) bersama Bapemperda mewakili pimpinan komisi III dalam rangka berkonsultasi dan berkoordinasi masalah raperda tersebut. Juga raperda yang lainnya,” ujarnya. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU