alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

850 Jip Bromo di Probolinggo Belum Uji KIR

SUKAPURA, Radar Bromo Ratusan kendaraan jip di kawasan wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo belum melakukan uji KIR tahun ini. Padahal, potensi PAD dari uji KIR ini cukup besar. Yaitu mencapai sekitar Rp 125 juta.

”Hampir semua kendaraan jip Bromo tahun ini belum melakukan uji KIR. Kami beberapa waktu lalu sudah sosialisasi dan memberikan pemahaman soal kewajiban melakukan uji KIR,” terang Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto.

Heri menjelaskan, kendaraan jip Bromo merupakan salah satu sumber PAD dari retribusi uji KIR. Tahun lalu sempat sudah ada inisiasi untuk taat uji KIR oleh paguyuban taft kendaraan Bromo. Namun, ternyata tahun ini hampir semua kendaraan jasa wisata di Bromo itu belum melakukan uji KIR. Karena itu, dia pun meminta kesadaran para pelaku usaha jip Bromo untuk melakukan uji KIR.

Menurutnya, potensi retribusi uji KIR kendaraan jip Bromo cukup besar. Dengan jumlah 800 – 850 unit jip, potensi retribusi uji KIR bisa sekitar Rp 125 juta. Belum lagi, akan berpengaruh pada kendaraan transportasi lain di kawasan Bromo yang nanti ikut uji KIR.

”Untuk biaya uji kir pertama itu sekitar Rp 95 ribu. Kemudian uji kir dua kali dalam setahun hanya sekitar Rp 165 ribu. Kami berharap pelaku usaha transportasi wisata di Bromo untuk taat uji KIR,” pintanya.

Uji KIR sendiri dikatakan Heri, bukan semata-mata untuk mendongkrak PAD. Namun, juga untuk memastikan kendaraan jip Bromo aman dan layak. Sehingga, memberikan rasa aman bagi pengunjung yang datang ke Bromo dan menggunakan jasa transportasi wisata itu.

“Ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sesuai dengan Perbup Nomor 67 tahun 2016 tentang Tupoksi Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Sekretaris Patra Bromo, Choirul Umum mengatakan, pihaknya sudah sempat mengawali tertib uji KIR tahun 2019. Namun, ternyata di luar Patra, banyak yang tidak melakukan uji KIR. Kondisi itu menjadi pertanyaan anggota paguyubannya.

”Kalau memang harus uji KIR, kami berharap ada perlakuan sama. Semua harus diwajibkan uji KIR,” ujarnya. (mas/hn)

 

 

 

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU