alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Wali Kota Probolinggo: Jangan Lengah, Pandemi Covid-19 Belum Sirna

MENJAGA agar Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif tak terlepas dari kerja keras seluruh elemen. Baik Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), maupun elemen lainnya.

Karenanya, Pemkot Probolinggo terus berusaha memperkuat silaturahmi antara Forkopimda dengan toga dan tomas. Salah satunya, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, digelar Fasilitasi Forkopimda bersama toga dan tomas, kemarin (4/11).

Dalam fasilitasi ini disampaikan informasi terkini terkait isu-isu yang berkembang di masyarakat. Selain Forkopimda, toga, dan tomas merupakan motor penggerak yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Setelah mengetahui informasi dengan baik dan benar, mereka diharapkan bisa meneruskan kepada masyarakat.

Karena berlangsung pada masa pandemi, pelaksanaan kegiatan fasilitasi berlangsung terbatas. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat di Hall Orin Cafe and Resto di Jalan Panjaitan, Kota Probolinggo, sejak pukul 07.00.

FASILITASI : Pemkot Probolinggo melalui Bakesbangpol menggelar Fasilitasi Forkopimda dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, Kamis (4/11).

Kegiatan ini merupakan program rutin Bakesbangpol. Digelar setiap tiga bulan. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, kegiatan baru terlaksana lagi di tahun ini.

Kemarin, kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. Hadir juga Waka Polres Probolinggo Kota Moch. Khoirul dan Pasi Teritorial Kodim 0820 Kapten Arh. Ari Bunanto.

Begitu juga dengan Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, S.Pd.I.; Kejari Kota Probolinggo Hartono, S.H., M.H.; dan Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo Dr. Boedi Haryantho, S.H., M.H. Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIB., juga hadir. Ia bertindak sebagai moderator.

DISKUSI : H. Dhofir salah satu peserta Fasilitasi ikut menyumbangkan pemikirannya sekaligus menyampaikan pendapat.

Selain Forkopimda, toga, dan tomas, kegiatan ini juga diikuti kepala OPD terkait dan camat se-Kota Probolinggo. Hadir juga Ketua MUI Kota Probolinggo dan para lurah se-Kota Probolinggo.

Wali Kota mengatakan, pandemi Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir, baik secara nasional maupun daerah cukup terkendali. Pasien yang terkonfirmasi positif terus menurun. “Tentunya, kita tetap jangan lengah. Karena, pandemi Covid-19 masih belum sirna,” ujarnya.

Karenanya, Wali Kota terus mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas. Serta, selalu menerapkan protokol kesehatan. “Kota Probolinggo masih berada pada (PPKM) Level 3. Karena, capaian vaksinasi masih rendah. Khususnya bagi lansia (lanjut usia),” jelasnya.

SEMANGAT : Waka Polresta Moch. Khoirul antusias menyampaikanc arahannya kepada peserta terkait isu yang sedang berkembang.

Menurutnya, capaian vaksinasi warga lansia di Kota Probolinggo masih 37 persen. “Target kami 50 persen, baru bisa naik level. Kalau target lansia sudah terpenuhi, Kota Probolinggo jadi level 1. Kalau sudah level 1, aktivitas perekonomian Kota Probolinggo pun akan kembali pulih,” jelasnya.

MENJAGA agar Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif tak terlepas dari kerja keras seluruh elemen. Baik Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), maupun elemen lainnya.

Karenanya, Pemkot Probolinggo terus berusaha memperkuat silaturahmi antara Forkopimda dengan toga dan tomas. Salah satunya, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, digelar Fasilitasi Forkopimda bersama toga dan tomas, kemarin (4/11).

Dalam fasilitasi ini disampaikan informasi terkini terkait isu-isu yang berkembang di masyarakat. Selain Forkopimda, toga, dan tomas merupakan motor penggerak yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Setelah mengetahui informasi dengan baik dan benar, mereka diharapkan bisa meneruskan kepada masyarakat.

Karena berlangsung pada masa pandemi, pelaksanaan kegiatan fasilitasi berlangsung terbatas. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat di Hall Orin Cafe and Resto di Jalan Panjaitan, Kota Probolinggo, sejak pukul 07.00.

FASILITASI : Pemkot Probolinggo melalui Bakesbangpol menggelar Fasilitasi Forkopimda dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, Kamis (4/11).

Kegiatan ini merupakan program rutin Bakesbangpol. Digelar setiap tiga bulan. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, kegiatan baru terlaksana lagi di tahun ini.

Kemarin, kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. Hadir juga Waka Polres Probolinggo Kota Moch. Khoirul dan Pasi Teritorial Kodim 0820 Kapten Arh. Ari Bunanto.

Begitu juga dengan Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, S.Pd.I.; Kejari Kota Probolinggo Hartono, S.H., M.H.; dan Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo Dr. Boedi Haryantho, S.H., M.H. Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIB., juga hadir. Ia bertindak sebagai moderator.

DISKUSI : H. Dhofir salah satu peserta Fasilitasi ikut menyumbangkan pemikirannya sekaligus menyampaikan pendapat.

Selain Forkopimda, toga, dan tomas, kegiatan ini juga diikuti kepala OPD terkait dan camat se-Kota Probolinggo. Hadir juga Ketua MUI Kota Probolinggo dan para lurah se-Kota Probolinggo.

Wali Kota mengatakan, pandemi Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir, baik secara nasional maupun daerah cukup terkendali. Pasien yang terkonfirmasi positif terus menurun. “Tentunya, kita tetap jangan lengah. Karena, pandemi Covid-19 masih belum sirna,” ujarnya.

Karenanya, Wali Kota terus mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas. Serta, selalu menerapkan protokol kesehatan. “Kota Probolinggo masih berada pada (PPKM) Level 3. Karena, capaian vaksinasi masih rendah. Khususnya bagi lansia (lanjut usia),” jelasnya.

SEMANGAT : Waka Polresta Moch. Khoirul antusias menyampaikanc arahannya kepada peserta terkait isu yang sedang berkembang.

Menurutnya, capaian vaksinasi warga lansia di Kota Probolinggo masih 37 persen. “Target kami 50 persen, baru bisa naik level. Kalau target lansia sudah terpenuhi, Kota Probolinggo jadi level 1. Kalau sudah level 1, aktivitas perekonomian Kota Probolinggo pun akan kembali pulih,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/