alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Tepis Tudingan Punya Santet, Warga Wonomerto Sumpah Alquran  

WONOMERTO, Radar Bromo– Dua warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, melakukan sumpah di bawah Alquran. Rabu (2/9) bakda Isya, sumpah itu dilakukan buntut dari tudingan memiliki ilmu santet atau ilmu hitam.

Dua warga yang melakukan sumpah itu adalah Hasim, 50, dan tetangganya Buhasan, 30. Dalam perkara ini, Buhasan menuding Hasim memiliki ilmu santet. Tak terima dan ingin membersihkan namanya, Hasim meminta disumpah di bawah Alquran.

Prosesi sumpah yang dilakukan di masjid setempat itu, disaksikan oleh sekitar 75 warga sekitar. Tak hanya Hasim, Buhasan juga ikut disumpah.

Camat Wonomerto Ramiadi mengatakan, prosesi sumpah itu berlangsung sekitar satu jam. “Setelah selesai (sumpah Alquran) sudah damai. Tidak sampai terjadi bentrok. Acara kondusif,” ujarnya.

Dalam prosesi sumpah, Hasim sebagai tertuduh menyatakan sumpahnya cukup mengerikan. Ia bersedia ditabrak mobil hingga hancur bila benar-benar memiliki ilmu santet.

“Saya bersumpah dengan disaksikan orang banyak, saya bersumpah jika memiliki ilmu santet semoga saya tidak lama mati ditabrak mobil hingga hancur,” ujar Ramiadi menirukan pernyataan Hasim.

Buhasan sebagai penuduh juga mengamininya. Ia mengaku, jika tudinganya salah bersedia menerima konsekuensinya. “Saya menerima sumpah jika memang saudara Hasim tidak memiliki ilmu santet atau amalan-amalan, maka sumpah itu berlaku untuk saya,” jelas Ramiadi menirukan pernyataan Buhasan.

Setelah keduanya saling bersumpah, Ramiadi meminta kepada warganya agar tidak lagi membicarakan permasalahan santet. Sebab, kedua belah pihak sudah bersumpah. Menurutnya, kini permasalah itu menjadi tangung jawab kedua belah pihak.

Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono mengaku, sempat menurunkan satu pleton anggota dalam proses sumpah antara Hasim dan Buhasan. Syukur, tidak sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Acara berlangsung kondusif,” ujarnya. (rpd/rud)

 

WONOMERTO, Radar Bromo– Dua warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, melakukan sumpah di bawah Alquran. Rabu (2/9) bakda Isya, sumpah itu dilakukan buntut dari tudingan memiliki ilmu santet atau ilmu hitam.

Dua warga yang melakukan sumpah itu adalah Hasim, 50, dan tetangganya Buhasan, 30. Dalam perkara ini, Buhasan menuding Hasim memiliki ilmu santet. Tak terima dan ingin membersihkan namanya, Hasim meminta disumpah di bawah Alquran.

Prosesi sumpah yang dilakukan di masjid setempat itu, disaksikan oleh sekitar 75 warga sekitar. Tak hanya Hasim, Buhasan juga ikut disumpah.

Camat Wonomerto Ramiadi mengatakan, prosesi sumpah itu berlangsung sekitar satu jam. “Setelah selesai (sumpah Alquran) sudah damai. Tidak sampai terjadi bentrok. Acara kondusif,” ujarnya.

Dalam prosesi sumpah, Hasim sebagai tertuduh menyatakan sumpahnya cukup mengerikan. Ia bersedia ditabrak mobil hingga hancur bila benar-benar memiliki ilmu santet.

“Saya bersumpah dengan disaksikan orang banyak, saya bersumpah jika memiliki ilmu santet semoga saya tidak lama mati ditabrak mobil hingga hancur,” ujar Ramiadi menirukan pernyataan Hasim.

Buhasan sebagai penuduh juga mengamininya. Ia mengaku, jika tudinganya salah bersedia menerima konsekuensinya. “Saya menerima sumpah jika memang saudara Hasim tidak memiliki ilmu santet atau amalan-amalan, maka sumpah itu berlaku untuk saya,” jelas Ramiadi menirukan pernyataan Buhasan.

Setelah keduanya saling bersumpah, Ramiadi meminta kepada warganya agar tidak lagi membicarakan permasalahan santet. Sebab, kedua belah pihak sudah bersumpah. Menurutnya, kini permasalah itu menjadi tangung jawab kedua belah pihak.

Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono mengaku, sempat menurunkan satu pleton anggota dalam proses sumpah antara Hasim dan Buhasan. Syukur, tidak sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Acara berlangsung kondusif,” ujarnya. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/