alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

88 Warga Binaan Lapas Probolinggo Belum Divaksin Covid

MAYANGAN, Radar Bromo- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo terus berupaya agar seluruh warga binaan pemasyarakatan terlindungi dari Covid-19. Dari jumlah total 648 warga binaan, ada 88 orang yang belum divaksin.

Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo Risman Soemantri mengatakan, saat ini ada warga binaan yang belum divaksin. Warga binaan yang baru divaksin dosis pertama ada 102 orang dan yang sudah divaksin dosis kedua dan ketiga ada 320 orang.

Sementara, 138 warga binaan sudah divaksin dosis pertama dan kedua. Sisanya, belum divaksin sama sekali. “Secara bertahap kami harapkan agar seluruh warga binaan bisa divaksin hingga dosis tiga. Apalagi Lapas, dihuni banyak orang dan ada kunjungan dari pihak keluarga. Vaksin ini demi keamanan warga binaan,” ujarnya.

Risman mengakui, proses vaksinasi memang terkendala soal Nomor Induk Kependudukan (NIK). Tidak semua warga binaan memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pihak Lapas sudah meminta kepada keluarga mereka untuk mencarikan dokumen kependudukannya.

“Namun, prosesnya memang tidak mudah. Ada keluarga warga binaan yang menyerahkan dan ada juga yang tidak. Kami masih menelusuri secara bertahap,” terang Risman.

Ia berharap, dengan semakin banyaknya warga binaan yang sudah divaksin, Lapas bisa aman dari ancaman Covid-19. Lapas juga masih membatasi kunjungan dari luar. Hanya keluarga inti dan sudah divaksin booster yang boleh berkunjung.

“Ini demi keamanan kita bersama. Jangan sampai Lapas malah jadi lokasi penularan. Semoga pandemi yang sudah mulai melandai ini akan semakin baik dan aman,” harapnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo terus berupaya agar seluruh warga binaan pemasyarakatan terlindungi dari Covid-19. Dari jumlah total 648 warga binaan, ada 88 orang yang belum divaksin.

Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo Risman Soemantri mengatakan, saat ini ada warga binaan yang belum divaksin. Warga binaan yang baru divaksin dosis pertama ada 102 orang dan yang sudah divaksin dosis kedua dan ketiga ada 320 orang.

Sementara, 138 warga binaan sudah divaksin dosis pertama dan kedua. Sisanya, belum divaksin sama sekali. “Secara bertahap kami harapkan agar seluruh warga binaan bisa divaksin hingga dosis tiga. Apalagi Lapas, dihuni banyak orang dan ada kunjungan dari pihak keluarga. Vaksin ini demi keamanan warga binaan,” ujarnya.

Risman mengakui, proses vaksinasi memang terkendala soal Nomor Induk Kependudukan (NIK). Tidak semua warga binaan memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pihak Lapas sudah meminta kepada keluarga mereka untuk mencarikan dokumen kependudukannya.

“Namun, prosesnya memang tidak mudah. Ada keluarga warga binaan yang menyerahkan dan ada juga yang tidak. Kami masih menelusuri secara bertahap,” terang Risman.

Ia berharap, dengan semakin banyaknya warga binaan yang sudah divaksin, Lapas bisa aman dari ancaman Covid-19. Lapas juga masih membatasi kunjungan dari luar. Hanya keluarga inti dan sudah divaksin booster yang boleh berkunjung.

“Ini demi keamanan kita bersama. Jangan sampai Lapas malah jadi lokasi penularan. Semoga pandemi yang sudah mulai melandai ini akan semakin baik dan aman,” harapnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/