alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

PPKM di Kota Probolinggo, Diperkuat Pasukan dari Yonif 527 Lumajang

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Probolinggo, diawali dengan apel gelar pasukan. Sabtu (3/7) pagi, apel digelar di Alun-alun Kota Probolinggo, dengan melibatkan ratusan personel.

Untuk memperkuat pengamanan, Kodim 0820 Probolinggo, mendapatkan tambahan 50 personel dari Batalyon Infanteri 527 Lumajang. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, bertindak sebagai inspektur. Apel juga dihadiri Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo dan Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari.

Gelar pasukan melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Dishub. Mereka akan bertugas selama pelaksanaan PPKM Darurat. Mulai 3-20 Juli 2021.

Dalam sambutannya, Hadi mengajak warga Kota Probolinggo, bersama-sama menerapkan protokol kesehatan. Dengan kebersamaan, diyakini pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

“Ini bentuk upaya. Tanpa didukung masyarakat, maka tidak akan ada hasilnya. Jika masyarakat kompak, dalam minggu ini dapat menurun, sehingga dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19, Kota Probolinggo masuk level 3. Pada level ini, petugas akan memperketat PPKM Mikro hingga ke tingkat RT/RW. Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo, ditarget melakukan testing sebanyak 345 orang setiap hari.

Hal senada diungkapkan Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari. Menurutnya, jajaran TNI-Polri dengan kekuatan penuh akan mendukung pelaksanaan PPKM Darurat.

“Pagi ini kami sudah gelar pasukan. Hari ini juga kami akan melakukan pengendalian mobilitas maupun pengetatan pada apa-apa yang sudah diatur dalam instruksi mendagri yang diteruskan hingga adanya SE Satgas Kota Probolinggo,” jelasnya.

Anggota gabungan juga akan mendirikan sejulah pos. Baik di perbatasan kota maupuan di dalam kota. TNI-Polri juga mendukung adanya percepatan vaksinasi bersama dengan dinas kesehatan. “Semoga dengan upaya ini, ditambah kesadaran masyarakat, angka Covid dapat ditekan, sehingga semain kecil,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Probolinggo, diawali dengan apel gelar pasukan. Sabtu (3/7) pagi, apel digelar di Alun-alun Kota Probolinggo, dengan melibatkan ratusan personel.

Untuk memperkuat pengamanan, Kodim 0820 Probolinggo, mendapatkan tambahan 50 personel dari Batalyon Infanteri 527 Lumajang. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, bertindak sebagai inspektur. Apel juga dihadiri Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo dan Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari.

Gelar pasukan melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Dishub. Mereka akan bertugas selama pelaksanaan PPKM Darurat. Mulai 3-20 Juli 2021.

Dalam sambutannya, Hadi mengajak warga Kota Probolinggo, bersama-sama menerapkan protokol kesehatan. Dengan kebersamaan, diyakini pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

“Ini bentuk upaya. Tanpa didukung masyarakat, maka tidak akan ada hasilnya. Jika masyarakat kompak, dalam minggu ini dapat menurun, sehingga dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19, Kota Probolinggo masuk level 3. Pada level ini, petugas akan memperketat PPKM Mikro hingga ke tingkat RT/RW. Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo, ditarget melakukan testing sebanyak 345 orang setiap hari.

Hal senada diungkapkan Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari. Menurutnya, jajaran TNI-Polri dengan kekuatan penuh akan mendukung pelaksanaan PPKM Darurat.

“Pagi ini kami sudah gelar pasukan. Hari ini juga kami akan melakukan pengendalian mobilitas maupun pengetatan pada apa-apa yang sudah diatur dalam instruksi mendagri yang diteruskan hingga adanya SE Satgas Kota Probolinggo,” jelasnya.

Anggota gabungan juga akan mendirikan sejulah pos. Baik di perbatasan kota maupuan di dalam kota. TNI-Polri juga mendukung adanya percepatan vaksinasi bersama dengan dinas kesehatan. “Semoga dengan upaya ini, ditambah kesadaran masyarakat, angka Covid dapat ditekan, sehingga semain kecil,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/