alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Petugas Bubarkan Balap Merpati di Kedopok, Begini Kata Warga

KEDOPOK, Radar Bromo – Hari pertama penerapan PPKM Darurat di Kota Probolinggo justru diwarnai dengan balap burung merpati yang digelar warga. Diduga, warga memang belum banyak tahu penerapan PPKM Darurat.

Namun, petugas tetap bersikap tegas dengan membubarkan balap merpati itu. Petugas Polsek Wonoasih awalnya mendatangi lokasi balap merpati di area persawahan Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Sabtu (3/7). Balap merpati itu lantas dibubarkan dan warga diminta pulang.

Sebelum dibubarkan, puluhan warga berkumpul di lokasi sejak sekitar pukul 13.00. Ada yang sekadar menonton, ada yang ikut lomba. Banyak di antara mereka yang tidak memakai masker.

Diduga, lomba ini sengaja dirahasiakan dari petugas. Sebab, wartawan Jawa Pos Radar Bromo yang datang ke lokasi dilarang memotret. Juga dilarang merekam. Sejumlah pemuda bahkan meminta wartawan Jawa Pos Radar Bromo menghapus video yang sudah direkam. Termasuk mencatat nopol kendaraan wartawan koran ini.

Para pemuda itu khawatir ada petugas yang mengetahui balap merpati itu. Sehingga, acara itu dibubarkan.

Pak To, salah satu lelaki yang berjaga di lokasi lomba mengatakan, balap burung merpati merupakan salah satu hiburan warga. Terutama di tengah pandemi Covid-19 yang tidak juga berakhir. Warga merasa jenuh dengan kabar tentang Covid-19.

Masa’ lakoh Covid meloloh. Ariah gebei hiburan warga ma’le ta’ sompek bik Covid (masa Covid terus. Ini buat hiburan warga agar tidak jenuh dengan berita Covid),” katanya.

Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini menegaskan, petugas mendapat laporan ada balap burung merpati saat sedang patroli sore. Sekitar pukul 15.30, petugas langsung mendatangi lokasi dan membubarkan balap merpati.

Warga langsung bubar saat itu. Mereka langsung pulang dengan membawa burung merpati masing-masing.

Begitu PPKM Darurat diterapkan menurut Kapolsek, petugas jaga mako melaksanakan patroli dialogis di sejumlah lokasi. Mulai pemukiman, perumahan, pertokoan, waralaba, pom bensin, ATM perbankkan, juga jalur rawan laka atau kriminal sebagai antisipasi 3C. Sosialisasi disampaikan. Mulai sosialisasi penerapan protokol kesehatan, juga berlakunya PPKM Darurat.

Saat patroli itulah, petugas mendapat laporan ada lomba adu cepat burung merpati. Karena itu, petugas langsung membubarkan lomba itu.

“Pandemi belum selesai. Dan sekarang diberlakukan PPKM Darurat. Jadi harus diikuti. Situasi pembubaran aman dan kondusif,” tambahnya.

Sementara Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman menegaskan, PPKM Darurat harus mendapat dukungan dari masyarakat. “Kalau tidak ada kerja sama yang baik, sekuat apapun upaya pemerintah tentu tidak akan maksimal,” katanya. (rpd/hn)

KEDOPOK, Radar Bromo – Hari pertama penerapan PPKM Darurat di Kota Probolinggo justru diwarnai dengan balap burung merpati yang digelar warga. Diduga, warga memang belum banyak tahu penerapan PPKM Darurat.

Namun, petugas tetap bersikap tegas dengan membubarkan balap merpati itu. Petugas Polsek Wonoasih awalnya mendatangi lokasi balap merpati di area persawahan Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Sabtu (3/7). Balap merpati itu lantas dibubarkan dan warga diminta pulang.

Sebelum dibubarkan, puluhan warga berkumpul di lokasi sejak sekitar pukul 13.00. Ada yang sekadar menonton, ada yang ikut lomba. Banyak di antara mereka yang tidak memakai masker.

Diduga, lomba ini sengaja dirahasiakan dari petugas. Sebab, wartawan Jawa Pos Radar Bromo yang datang ke lokasi dilarang memotret. Juga dilarang merekam. Sejumlah pemuda bahkan meminta wartawan Jawa Pos Radar Bromo menghapus video yang sudah direkam. Termasuk mencatat nopol kendaraan wartawan koran ini.

Para pemuda itu khawatir ada petugas yang mengetahui balap merpati itu. Sehingga, acara itu dibubarkan.

Pak To, salah satu lelaki yang berjaga di lokasi lomba mengatakan, balap burung merpati merupakan salah satu hiburan warga. Terutama di tengah pandemi Covid-19 yang tidak juga berakhir. Warga merasa jenuh dengan kabar tentang Covid-19.

Masa’ lakoh Covid meloloh. Ariah gebei hiburan warga ma’le ta’ sompek bik Covid (masa Covid terus. Ini buat hiburan warga agar tidak jenuh dengan berita Covid),” katanya.

Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini menegaskan, petugas mendapat laporan ada balap burung merpati saat sedang patroli sore. Sekitar pukul 15.30, petugas langsung mendatangi lokasi dan membubarkan balap merpati.

Warga langsung bubar saat itu. Mereka langsung pulang dengan membawa burung merpati masing-masing.

Begitu PPKM Darurat diterapkan menurut Kapolsek, petugas jaga mako melaksanakan patroli dialogis di sejumlah lokasi. Mulai pemukiman, perumahan, pertokoan, waralaba, pom bensin, ATM perbankkan, juga jalur rawan laka atau kriminal sebagai antisipasi 3C. Sosialisasi disampaikan. Mulai sosialisasi penerapan protokol kesehatan, juga berlakunya PPKM Darurat.

Saat patroli itulah, petugas mendapat laporan ada lomba adu cepat burung merpati. Karena itu, petugas langsung membubarkan lomba itu.

“Pandemi belum selesai. Dan sekarang diberlakukan PPKM Darurat. Jadi harus diikuti. Situasi pembubaran aman dan kondusif,” tambahnya.

Sementara Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman menegaskan, PPKM Darurat harus mendapat dukungan dari masyarakat. “Kalau tidak ada kerja sama yang baik, sekuat apapun upaya pemerintah tentu tidak akan maksimal,” katanya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/