Dua Nakes Reaktif, Puskesmas Ketapang Ditutup Sementara

KADEMANGAN, Radar Bromo – Puskesmas Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, terpaksa ditutup. Sebabnya, dua tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Ketapang dinyatakan reaktif Covid-19.

Penutupan itu dilakukan sementara per tanggal 2 hingga 10 Juli 2020. Pasien yang hendak berkunjung, diarahkan untuk mendatangi puskesmas terdekat.

Plt Kadinkes Kota Probolinggo Nurul Hasanah Hidayati membenarkan penutupan Puskesmas Ketapang. Menurutnya, penutupan itu bersifat sementara.

Puskesmas ditutup berdasarkan hasil rapat bersama. Sebab, sepekan lalu ada pasien Puskesmas Ketapang yang positif Covid-19 dan meninggal.

Dokter Ida –panggilannya- menuturkan, mulanya seorang warga Kelurahan Triwung Lor, Kademangan, memeriksakan diri ke Puskesmas Ketapang. Warga yang bekerja di PT KTI ini datang dengan keluhan panas tinggi.

“Di Puskesmas Ketapang, pasien ini diperisa dan dites rapid. Hasilnya nonreaktif,” kata dr Ida.

Usai memeriksakan diri di puskesmas, panas yang dialami pasien tidak kunjung turun. Sehingga, keluarga membawanya ke RSUD dr Mohamad Saleh.

Di RSUD, pasien ini kembali dites rapid dan hasilnya reaktif. Pasien ini pun dites swab dan hasilnya positif. Dia pun dirawat di RSUD. Namun, beberapa hari setelah menjalani perawatan, pasien tersebut meninggal.

“Saya lupa waktu itu tanggal berapa. Yang jelas, saat pasien ini dinyatakan reaktif di RSUD serta positif hasil swab-nya, kami langsung tracing. Seluruh nakes yang ada di Puskesmas Ketapang dites rapid. Dan hasilnya ada dua nakes yang reaktif. Mereka sekarang dikarantina di rusunawa,” katanya.

Saat ini menurutnya, petugas masih terus melakukan tracing. Agar tidak terjadi penyebaran virus korona, akhirnya Puskesmas Ketapang sementara waktu ditutup.

Penutupan itu dilakukan untuk membersihkan puskesmas dengan penyemprotan disinfektan. Juga menuntaskan tracing pada petugas puskesmas dan semua orang yang kontak dengan dua nakes yang reaktif tersebut.

“Dua nakes ini belum tes swab. Tinggal tunggu waktu untuk menjalani swab. Tapi, kami langsung mengambil langkah ini,” tambahnya.

Di sisi lain, tracing juga dilakukan pada pasien meninggal di PT KTI. Karyawan yang kontak erat dengan pasien meninggal ini, dilacak semua. Rapid test juga digelar untuk karyawan.

“Jumlah karyawan yang di-rapid tes ada ratusan. Terbagi menjadi dua gelombang. Satu gelombang mencapai 100 karyawan. Dan hasilnya semuanya nonreaktif,” tambahnya.

Dokter Ida pun meminta warga yang akan berkunjung ke Puskesmas Ketapang untuk pindah ke puskesmas terdekat. “Kami sudah koordinasi, baik dengan Puskesmas Sukabumi dan Wonoasih. Mereka siap menerima pasien yang memeriksakan diri ke sana, meski berasal dari wilayah Puskesmas Ketapang,” pungkasnya. (rpd/hn)