alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

ODGJ yang Kabur dari Shelter Dinsos Ditemukan Meninggal di Sungai

WONOASIH, Radar Bromo-Saat asyik mancing di sungai Bungur Asri, Kelurahan Kedungasem,Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, perhatian Solehin teralih oleh sosok mengapung. Sekilas seperti manusia.

Ia lantas mendekatinya. Saat itulah, diketahui bahwa memang ada mayat di sungai. Kondisinya tengkurap. Tak mengenakan baju dan sudah mengambang.

Solehin lantas lapor ke ketua RT setempat. Sang ketua RT lantas melanjutkan laporan itu ke Bhabinkantibmas. Dilanjutkan laporan ke polsek setempat.

Jenazah yang ditemukan mengapung di sungai Bungur, RT 2/ RW 1, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih itu diketahui sosok lelaki. Tak ada identitasnya.

Saat diperiksa, baru diketahui bahwa jenazah itu adalah M. Slamet, 25. Warga RT 2/ RW2, Kelurahan Kedungasem, Wonoasih.

Slamet selama ini diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pada Kamis 27 Mei lalu, Slamet juga sempat kabur dari shelter Dinsos.

Sebelumnya ia diamankan di shelter 3 hari. Ia kabur dengan cara menjebol plafon shelter. Lalu, ia pulang ke rumahnya.

Kapolsek Wonoasih, Kompol Kuzaini menerangkan, mayat Slamet ditemukan warga sekitar pukul pukul 22.45. “Yang menemukan pertama kali saksi Solehin, 34,” kata perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Slamet diketahui alami gangguan jiwa usai ditinggalkan istrinya pada 2017 lalu. Bahkan lantaran sering mengamuk, maka pihak keluraga didampingi perangkat kelurahan dan kecamatan sempat menitipkan Slamet ke Shelter Dinsos. Namun jalan tiga hari Slamet melarikan diri dan pulang ke rumahnya.

“Infonya yang bersangkutan alami gangguan jiwa. Bisa jadi terpeleset dan jatuh.Sehingga mengakibatkan meninggal dunia, sebab pada saat dilakukan visum di rumah sakit, tidak ditemukan adanya luka menganga akibat benda tajam atau luka lebam akibat pukulan benda tumpul,” tamba Kompol Kuzaini.

Usia dilakukan visum di RSUD Moch Saleh, sekitar pukul 03.00 (4/6) dibawa pulang untuk disemayamkan dirumah duka. “Setelah dilakukan pengecakan, tidak ditemukan adanya luka. Jenazah dibawa pulang sekitar pukul 03.00,” tegas Wasis, salah satu petugas kamar Jenazah RSUD Moh Saleh. (rpd/mie)

 

WONOASIH, Radar Bromo-Saat asyik mancing di sungai Bungur Asri, Kelurahan Kedungasem,Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, perhatian Solehin teralih oleh sosok mengapung. Sekilas seperti manusia.

Ia lantas mendekatinya. Saat itulah, diketahui bahwa memang ada mayat di sungai. Kondisinya tengkurap. Tak mengenakan baju dan sudah mengambang.

Solehin lantas lapor ke ketua RT setempat. Sang ketua RT lantas melanjutkan laporan itu ke Bhabinkantibmas. Dilanjutkan laporan ke polsek setempat.

Jenazah yang ditemukan mengapung di sungai Bungur, RT 2/ RW 1, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih itu diketahui sosok lelaki. Tak ada identitasnya.

Saat diperiksa, baru diketahui bahwa jenazah itu adalah M. Slamet, 25. Warga RT 2/ RW2, Kelurahan Kedungasem, Wonoasih.

Slamet selama ini diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pada Kamis 27 Mei lalu, Slamet juga sempat kabur dari shelter Dinsos.

Sebelumnya ia diamankan di shelter 3 hari. Ia kabur dengan cara menjebol plafon shelter. Lalu, ia pulang ke rumahnya.

Kapolsek Wonoasih, Kompol Kuzaini menerangkan, mayat Slamet ditemukan warga sekitar pukul pukul 22.45. “Yang menemukan pertama kali saksi Solehin, 34,” kata perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Slamet diketahui alami gangguan jiwa usai ditinggalkan istrinya pada 2017 lalu. Bahkan lantaran sering mengamuk, maka pihak keluraga didampingi perangkat kelurahan dan kecamatan sempat menitipkan Slamet ke Shelter Dinsos. Namun jalan tiga hari Slamet melarikan diri dan pulang ke rumahnya.

“Infonya yang bersangkutan alami gangguan jiwa. Bisa jadi terpeleset dan jatuh.Sehingga mengakibatkan meninggal dunia, sebab pada saat dilakukan visum di rumah sakit, tidak ditemukan adanya luka menganga akibat benda tajam atau luka lebam akibat pukulan benda tumpul,” tamba Kompol Kuzaini.

Usia dilakukan visum di RSUD Moch Saleh, sekitar pukul 03.00 (4/6) dibawa pulang untuk disemayamkan dirumah duka. “Setelah dilakukan pengecakan, tidak ditemukan adanya luka. Jenazah dibawa pulang sekitar pukul 03.00,” tegas Wasis, salah satu petugas kamar Jenazah RSUD Moh Saleh. (rpd/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/