Lima SDN di Kota Probolinggo Dipimpin Plt

MAYANGAN, Radar Bromo – Menjelang tahun ajaran baru, Pemkot Probolinggo memutasi sejumlah guru dan kepala SDN dan SMPN. Rabu (3/6), prosesi mutasi sekitar 31 guru itu dilakukan secara virtual oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati dari kantor wali kota.

Namun, meski sudah dilakukan mutasi, ada lima SDN yang masih diisi pelaksana tugas (Plt). Yakni, SDN Jati 4, SDN Wonoasih 2, SDN Kebonsari Kulon 3, SDN Triwung Kidul 1, dan SDN Triwung Kidul 2.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, Pemkot Probolinggo melakukan mutasi seluruh kepala sekolah. Kemarin, mutasi yang dilakukan secara virtual dari kantor wali kota.

“Jadi, untuk kepala sekolah hanya perlu datang ke sekolahnya masing-masing untuk dilakukan mutasi secara online. Hal ini dipilih lantaran adanya pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, untuk kepala sekolah ada empat periodesasi. Masing-masing periode jangka waktunya 4 tahun. Untuk periode pertama sampai ketiga, bisa langsung tanpa uji kompetensi. Namun, untuk periode ketiga menuju periode keempat harus melakukan uji kompetensi lagi.

Dari hasil mutasi kemarin, ada lima kepala SDN yang dimutasi dari periode pertama menuju periode kedua. Serta, dua kepala SDN dari periode kedua menuju periode ketiga dan empat kepala SDN dari periode ketiga menuju periode keempat.

Namun, kemarin tidak semua SDN di Kota Probolinggo dijabat kepala sekolah definitif. Masih ada lima SDN yang harus dijabat Plt. Sebab, sebagian masih harus mengikuti uji kompetensi lagi. Sedangkan, untuk tingkat SMPN, ada 3 kepala sekolah yang dilantik. Salah satunya Qomaruddin. Guru SMPN 9 ini diberi tambahan tugas sebagai kepala SMPN 9.

Disinggung mengapa sampai terjadi keterlambatan mutasi sehingga terjadi kekosongan, Maskur mengatakan, awalnya pihaknya menargetkan mutasi bisa rampung bulan ini. Namun, adanya pandemi Covid-19, situasinya tidak memungkinkan. “Targetan awal sudah ada jadwal, jadi Juli selesai dan terisi semua. Tapi, karena ada wabah ini, jadi tidak dimungkinkan,” ujarnya. (rpd/rud)