alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Serikat Pekerja di Probolinggo Juga Buka Posko Pengaduan THR

KANIGARAN, Radar Bromo – Bukan hanya Dinas Tenaga Kerja saja yang membuka posko pengaduan tunjangan hari raya (THR). Serikat pekerja juga membuka posko serupa. Posko ini untuk mengakomodir bila nantinya memang ada perusahaan yang belum sanggup membayar.

Seperti yang dilakukan DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kota Probolinggo. Walau sudah membuka posko, sampai saat ini dipastikan belum ada laporan buruh mengenai THR.

Plt Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kota Probolinggo, Edi Suyanto menerangkan belum ada laporan yang masuk ke DPC K-SPSI terkait dengan buruh yang tidak THR. Bahkan K-SPSI sudah mencatat ada 18 perusahaan di Kota yang telah didatangi dan menyatakan siap memberikan THR sesuai hak pekerjanya.

“Jadi hingga kini belum ada laporan yang masuk ke kami mengenai buruh yang tidak mendapatkan haknya khususnya untuk THR. Selain itu kami beserta anggota tripartit juga telah mendatangi sejumnlah perusahaan, setidaknya ada 18 perusahaan dan ke 18 perusahaan itu menyatakan siap untuk memberikan THR yang paling lambat H-7 sebelum lebaran,” katanya.

Meski hingga kini tidak ada laporan mengenai hal tersebut, DPC K-SPSI akan membuka posko pengaduan di kantornya mulai H-7 Lebaran. Sehingga, bagi pekerja yang tidak mendapatkan haknya bisa melaporkan.

Hal senada juga diungkapkan Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Menurut Hadi, pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota juga membuka posko pengaduan di MPP. Sehingga bagi pekereja yang merasa tidak mendapatkan haknya, bisa melapor. Sehingga bsia dicarikan jalan keluarnya secara bersama.

“Kami juga ada pos di MPP sana. Yang jelas, kondisi tiap perusahaan itu berbeda. Dan juga harus memahaminya,” singkat wali kota. (rpd/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Bukan hanya Dinas Tenaga Kerja saja yang membuka posko pengaduan tunjangan hari raya (THR). Serikat pekerja juga membuka posko serupa. Posko ini untuk mengakomodir bila nantinya memang ada perusahaan yang belum sanggup membayar.

Seperti yang dilakukan DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kota Probolinggo. Walau sudah membuka posko, sampai saat ini dipastikan belum ada laporan buruh mengenai THR.

Plt Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kota Probolinggo, Edi Suyanto menerangkan belum ada laporan yang masuk ke DPC K-SPSI terkait dengan buruh yang tidak THR. Bahkan K-SPSI sudah mencatat ada 18 perusahaan di Kota yang telah didatangi dan menyatakan siap memberikan THR sesuai hak pekerjanya.

“Jadi hingga kini belum ada laporan yang masuk ke kami mengenai buruh yang tidak mendapatkan haknya khususnya untuk THR. Selain itu kami beserta anggota tripartit juga telah mendatangi sejumnlah perusahaan, setidaknya ada 18 perusahaan dan ke 18 perusahaan itu menyatakan siap untuk memberikan THR yang paling lambat H-7 sebelum lebaran,” katanya.

Meski hingga kini tidak ada laporan mengenai hal tersebut, DPC K-SPSI akan membuka posko pengaduan di kantornya mulai H-7 Lebaran. Sehingga, bagi pekerja yang tidak mendapatkan haknya bisa melaporkan.

Hal senada juga diungkapkan Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Menurut Hadi, pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota juga membuka posko pengaduan di MPP. Sehingga bagi pekereja yang merasa tidak mendapatkan haknya, bisa melapor. Sehingga bsia dicarikan jalan keluarnya secara bersama.

“Kami juga ada pos di MPP sana. Yang jelas, kondisi tiap perusahaan itu berbeda. Dan juga harus memahaminya,” singkat wali kota. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/