alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Pemkab Probolinggo Masih Kaji Tempat Wisata selama Libur Lebaran

PROBOLINGGO, Radar BromoPemerintah pusat memperbolehkan lokasi wisata dibuka selama masa larangan mudik. Namun, Pemkab Probolinggo belum tentu mengikuti aturan itu. Pemkab masih akan mengkaji apakah wisata di kabupaten akan dibuka atau ditutup selama mudik dilarang.

Kajian itu menurut Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari perlu dilakukan. Sebab, larangan mudik oleh pemerintah pusat pada tanggal 6 – 17 Mei bertujuan mencegah penyebaran Covid-19. Andai tempat wisata dibuka, maka jangan sampai tempat wisata justru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Bupati pun mengaku sudah meminta Satgas Penanganan Covid-19 dan Disporaparbud Kabupaten Probolinggo untuk mengkaji masalah itu. Dari kajian itu nanti akan ditetapkan apakah wisata dibuka atau ditutup selama larangan mudik.

”Masih dikaji, baiknya untuk tempat wisata ini seperti apa. Sebab, ada kebijakan larangan mudik tanggal 6 Mei sampai 17 Mei. Kami berharap dalam waktu dekat hasil kajian segera ada,” katanya.

Andai tempat wisata dibuka menurut Bupati Tantri panggilannya, harus dipikirkan apa persiapan yang harus dilakukan di tempat wisata. Sehingga, di tempat wisata tidak justru terjadi penyebaran Covid-19 selama larangan mudik.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan dari Satgas tentang tempat wisata. Apakah dibuka atau ditutup selama larangan mudik.

Namun, pihaknya sudah melayangkan surat edaran atau SE pada semua pelaku dan pengelola wisata yang isinya mengingatkan lagi penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. ”Termasuk kami buat edaran tentang larangan mengadakan acara musik, orkes ataupun kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan di tempat wisata,” tegasnya. (mas/hn)

PROBOLINGGO, Radar BromoPemerintah pusat memperbolehkan lokasi wisata dibuka selama masa larangan mudik. Namun, Pemkab Probolinggo belum tentu mengikuti aturan itu. Pemkab masih akan mengkaji apakah wisata di kabupaten akan dibuka atau ditutup selama mudik dilarang.

Kajian itu menurut Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari perlu dilakukan. Sebab, larangan mudik oleh pemerintah pusat pada tanggal 6 – 17 Mei bertujuan mencegah penyebaran Covid-19. Andai tempat wisata dibuka, maka jangan sampai tempat wisata justru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Bupati pun mengaku sudah meminta Satgas Penanganan Covid-19 dan Disporaparbud Kabupaten Probolinggo untuk mengkaji masalah itu. Dari kajian itu nanti akan ditetapkan apakah wisata dibuka atau ditutup selama larangan mudik.

”Masih dikaji, baiknya untuk tempat wisata ini seperti apa. Sebab, ada kebijakan larangan mudik tanggal 6 Mei sampai 17 Mei. Kami berharap dalam waktu dekat hasil kajian segera ada,” katanya.

Andai tempat wisata dibuka menurut Bupati Tantri panggilannya, harus dipikirkan apa persiapan yang harus dilakukan di tempat wisata. Sehingga, di tempat wisata tidak justru terjadi penyebaran Covid-19 selama larangan mudik.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan dari Satgas tentang tempat wisata. Apakah dibuka atau ditutup selama larangan mudik.

Namun, pihaknya sudah melayangkan surat edaran atau SE pada semua pelaku dan pengelola wisata yang isinya mengingatkan lagi penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. ”Termasuk kami buat edaran tentang larangan mengadakan acara musik, orkes ataupun kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan di tempat wisata,” tegasnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/