alexametrics
30 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Belum Ada Laporan Anak Putus Sekolah di Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejauh ini, dipastikan di Kota Probolinggo, tidak ada anak putus sekolah. Apalagi, saat ini pemerintah sedang menggalakan pendidikan gratis untuk sekolah negeri serta sekolah murah dan bermutu untuk swasta. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, pun terus mendorong para tenaga pendidik terus berinovasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, sejuah ini tak ada siswa atau anak yang putus sekolah. Bahkan, pemerintah terus berupaya memberikan fasilitas sekolah yang baik untuk generasi muda. Apalagi, sekolah sudah gratis atau tidak ada lagi pungutan biaya untuk sekolah negeri.

“Di sini (Kota Probolinggo) tidak ada anak putus sekolah. Lebih lagi, sudah ada program wali kota untuk sekolah gratis bagi negeri dan murah berkualitas bagi swasta,” ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan. Apapun alasanya. “Tinggal kepedulian orang tuanya. Sebab, tidak ada lagi alasan tak punya biaya,” ujarnya.

Bertepatan dengan hari pendidikan kemarin, ia berharap dunia pendidikan, khusunya di Kota Probolinggo, jauh lebih maju. Baik tenaga pendidiknya, kualitas bahan ajar, termasuk sarana dan prasarana lainnya. “Harapan kami, semua menjadikan Hari Pendirikan, sebagai refleksi. Sehingga, dunia pendidikan semakin maju dan berkembang,” harapnya.

Maskur mengatakan, di era pandemi Covid-19, banyak siswa yang masih menjalani sekolah secara dalam jaringan (daring). Karenanya, tenaga pendidik perlu terus berinovasi bagi demi bisa memberikan pemahaman kepada peserta didiknya.

“Harapan besarnya semoga wabah ini kian luntur. Sehingga, proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan normal kembali. Dengan catatan, meski sudah berlangsung normal atau tatap muka, namun tetap menjaga prokes (protokol kesehatan),” ujar Maskur. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejauh ini, dipastikan di Kota Probolinggo, tidak ada anak putus sekolah. Apalagi, saat ini pemerintah sedang menggalakan pendidikan gratis untuk sekolah negeri serta sekolah murah dan bermutu untuk swasta. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, pun terus mendorong para tenaga pendidik terus berinovasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, sejuah ini tak ada siswa atau anak yang putus sekolah. Bahkan, pemerintah terus berupaya memberikan fasilitas sekolah yang baik untuk generasi muda. Apalagi, sekolah sudah gratis atau tidak ada lagi pungutan biaya untuk sekolah negeri.

“Di sini (Kota Probolinggo) tidak ada anak putus sekolah. Lebih lagi, sudah ada program wali kota untuk sekolah gratis bagi negeri dan murah berkualitas bagi swasta,” ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan. Apapun alasanya. “Tinggal kepedulian orang tuanya. Sebab, tidak ada lagi alasan tak punya biaya,” ujarnya.

Bertepatan dengan hari pendidikan kemarin, ia berharap dunia pendidikan, khusunya di Kota Probolinggo, jauh lebih maju. Baik tenaga pendidiknya, kualitas bahan ajar, termasuk sarana dan prasarana lainnya. “Harapan kami, semua menjadikan Hari Pendirikan, sebagai refleksi. Sehingga, dunia pendidikan semakin maju dan berkembang,” harapnya.

Maskur mengatakan, di era pandemi Covid-19, banyak siswa yang masih menjalani sekolah secara dalam jaringan (daring). Karenanya, tenaga pendidik perlu terus berinovasi bagi demi bisa memberikan pemahaman kepada peserta didiknya.

“Harapan besarnya semoga wabah ini kian luntur. Sehingga, proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan normal kembali. Dengan catatan, meski sudah berlangsung normal atau tatap muka, namun tetap menjaga prokes (protokol kesehatan),” ujar Maskur. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/