alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Pasar Tugu Masih Sepi, Banyak Pedagang Tutup Lebih Awal

MAYANGAN, Radar Bromo – Memasuki hari pertama Ramadan 1443 Hijriah, Pasar Tugu di Alun-alun Kota Probolinggo, tampak sepi. Sejumlah pedagang mengaku belum beruntung karena barang dagangannya belum ada yang laku. Bahkan, ada yang memilih tutup lebih awal.

Seperti disampaikan penjual sepatu, M. Safri, 33. Menurutnya, biasanya pengunjung sudah ramai sejak sebelum pukul 07.00. Namun, Minggu (3/4), lengang. Apalagi, ketika memasuki pukul 10.00.

“Sepi. Mungkin karena awal puasa. Biasanya banyak pengunjung. Namun, dari pagi sudah sepi. Apalagi pukul 10.00, sudah sepi. Makanya banyak yang tutup pukul 09.30. Biasanya saya tutup pukul 10.30. Karena sampai pukul 10.00 sudah sepi, saya tutup dulu,” ujarnya.

Sejatinya, kata Safri, banyak pedagang juga yang memprediksi pengunjung akan sepi. Tetapi, sebagian mereka tetap memutuskan berjualan. Dengan harapan ada rezeki.

“Kalau penjual makanan dan minuman memang tidak jualan, karena puasa. Namun, penjual baju, sepatu, dan barnag lainnya tetap masih buka. Meski dari pagi hingga siang belum ada pembeli, seperti saya ini. Biasanya paling tidak ada 3-4 sepatu yang terjual,” katanya.

MAYANGAN, Radar Bromo – Memasuki hari pertama Ramadan 1443 Hijriah, Pasar Tugu di Alun-alun Kota Probolinggo, tampak sepi. Sejumlah pedagang mengaku belum beruntung karena barang dagangannya belum ada yang laku. Bahkan, ada yang memilih tutup lebih awal.

Seperti disampaikan penjual sepatu, M. Safri, 33. Menurutnya, biasanya pengunjung sudah ramai sejak sebelum pukul 07.00. Namun, Minggu (3/4), lengang. Apalagi, ketika memasuki pukul 10.00.

“Sepi. Mungkin karena awal puasa. Biasanya banyak pengunjung. Namun, dari pagi sudah sepi. Apalagi pukul 10.00, sudah sepi. Makanya banyak yang tutup pukul 09.30. Biasanya saya tutup pukul 10.30. Karena sampai pukul 10.00 sudah sepi, saya tutup dulu,” ujarnya.

Sejatinya, kata Safri, banyak pedagang juga yang memprediksi pengunjung akan sepi. Tetapi, sebagian mereka tetap memutuskan berjualan. Dengan harapan ada rezeki.

“Kalau penjual makanan dan minuman memang tidak jualan, karena puasa. Namun, penjual baju, sepatu, dan barnag lainnya tetap masih buka. Meski dari pagi hingga siang belum ada pembeli, seperti saya ini. Biasanya paling tidak ada 3-4 sepatu yang terjual,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/