alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Berlakukan Laporan Kuota Harian Blangko E-KTP

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo mencari cara agar ketersediaan blangko e-KTP mencukupi kebutuhan masyarakat. Laporan stok blangko dilakukan setiap hari.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, Suliyati mengatakan, manajemen penggunaan stok blangko harus dilakukan dengan baik. Pasalnya stok yang ada dipengaruhi oleh ketersediaan stok yang ada di kementerian. Sehingga saat tersedia stok yang jumlahnya terbatas, harus ada skala prioritas pencetakan.

“Jika kondisi stok sedikit tentu tidak semua yang sudah melakukan perekaman kami cetak. Hanya warga yang memiliki kepentingan yang mendesak yang kami utamakan,” tandasnya.

Ia mengatakan jika untuk mengantisipasi agar stok blanko cukup untuk masyarakat, pihaknya menerapkan laporan sisa stok harian. Laporan tersebut dilakukan oleh Dispendukcapil berkoordinasi dengan kementerian. Nantinya saat stok blangko sudah menipis, pihaknya akan mengirimkan surat permohonan pengajuan blangko.

“Kami sudah berjaga-jaga kalau stok sudah tersisa 2.000 keping harus mengajukan tambahan blangko. Supaya masyarakat dapat terlayani,” terangnya.

Pengajuan blangko yang dilakukan Dispendukcapil, menyesuaiakan jumlah prediksi pengajuan dan jumlah penduduk yang masih belum memiliki KTP. Sayangnya pengajuan yang sudah dilakukan, acapkali jumlah yang diterima tidak sesuai. Sebab ketersediaan blangko di kementerian harus dibagi dengan wilayah lain.

“Ketika stok di kabupaten menipis, memang stok yang didapat juga sedikit. Tetapi kalau banyak, semua akan kami layani dengan cepat,” bebernya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo mencari cara agar ketersediaan blangko e-KTP mencukupi kebutuhan masyarakat. Laporan stok blangko dilakukan setiap hari.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, Suliyati mengatakan, manajemen penggunaan stok blangko harus dilakukan dengan baik. Pasalnya stok yang ada dipengaruhi oleh ketersediaan stok yang ada di kementerian. Sehingga saat tersedia stok yang jumlahnya terbatas, harus ada skala prioritas pencetakan.

“Jika kondisi stok sedikit tentu tidak semua yang sudah melakukan perekaman kami cetak. Hanya warga yang memiliki kepentingan yang mendesak yang kami utamakan,” tandasnya.

Ia mengatakan jika untuk mengantisipasi agar stok blanko cukup untuk masyarakat, pihaknya menerapkan laporan sisa stok harian. Laporan tersebut dilakukan oleh Dispendukcapil berkoordinasi dengan kementerian. Nantinya saat stok blangko sudah menipis, pihaknya akan mengirimkan surat permohonan pengajuan blangko.

“Kami sudah berjaga-jaga kalau stok sudah tersisa 2.000 keping harus mengajukan tambahan blangko. Supaya masyarakat dapat terlayani,” terangnya.

Pengajuan blangko yang dilakukan Dispendukcapil, menyesuaiakan jumlah prediksi pengajuan dan jumlah penduduk yang masih belum memiliki KTP. Sayangnya pengajuan yang sudah dilakukan, acapkali jumlah yang diterima tidak sesuai. Sebab ketersediaan blangko di kementerian harus dibagi dengan wilayah lain.

“Ketika stok di kabupaten menipis, memang stok yang didapat juga sedikit. Tetapi kalau banyak, semua akan kami layani dengan cepat,” bebernya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/