Rapid Test PDP Kota Probolinggo Positif, Tunggu Swab

MAYANGAN, Radar Bromo – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Probolinggo dinyatakan positif dari hasil rapid test. Meski begitu, status PDP itu tak lantas naik jadi positif Covid-19. Sebab, hasil rapid test itu masih harus ditindaklanjuti dengan swab tes.

Hal itu seperti diungkapkan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo dr Abraar Kuddah. “Dari hasil rapid test memang positif untuk 1 PDP. Namun, ini masih harus dilakukan swab tes untuk memastikan status PDP tersebut,” ujar dr Abraar dalam telekonferensi, kemarin (3/4).

Meskipun sudah memberikan kepastian bahwa 1 PDP positif korona melalui rapid test, dokter bedah senior ini tidak menjelaskan mengenai status profesi PDP tersebut. Sebelumnya, sempat viral di media sosial ada seorang tim medis yang dinyatakan positif dari hasil rapid test.

“Saya juga banyak yang tanya soal itu (kabar perawat positif korona). Saya tidak pernah bisa mengatakan itu positif-negatif kalau tidak ada pemeriksaan gol standar. Rapid test bukan gol standar tes Covid-19,” ujarnya.

“Yang gol standar tes Covid-19 adalah swab atau PCR. Alat dan reagen NAAT baru kami datangkan dalam 1-2 hari ini,” tambahnya.

Sebelumnya, kepada sejumlah awak media di RSUD dr Mohamad Saleh pada akhir Maret lalu, dr Abraar menjelaskan mengenai mekanisme pemeriksaan tes Covid-19.

Standar utama tes Covid-19 disebutkan adalah swab. Yakni, mengambil sampel jaringan sel pada hidung atau tenggorokan. Selanjutnya, rumah sakit rujukan akan mengirimkan spesimen ke sejumlah laboratorium yang sudah ditunjuk. Kemudian di bawah tes swab ada NAAT atau PCR. Tertakhir, baru rapid test.

RSUD dr Mohamad Saleh pada Rabu atau Kamis disebutkan mendapatkan alat dan reagen NAAT. Alat itu bisa mendeteksi adanya virus Korona melewati darah. Dengan cara perubahan dari sistem antigen DNA yang diubah menjadi RNA. Karena virus korona masuk golongan RNA.

“Bila dari hasil itu (NAAT) kami positif dari anamase atau wawancara pernah kontak atau pernah bepergian ke daerah zona merah dengan gejala-gejala dialami, maka kemungkinan besar sensitifitasnya 99 persen itu Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang juga ikut telekonferensi memastikan, pihak Satgas akan terbuka menginformasikan mengenai status dugaan penderita Covid-19.

“Kami terbuka menginformasikan kepada masyarakat mengenai perkembangan yang terjadi terkait Covid-19. Keterbukaan ini penting untuk melakukan tracking terhadap orang-orang yang berinteraksi dengan PDP tersebut,” ujarnya.

“PDP tersebut masih dilakukan tes swab untuk memastikan kondisinya. Paling tidak membutuhkan waktu 3-4 hari untuk mengetahui hasilnya,” tambahnya. (put/mie)