Nominal Bantuan Pangan Nontunai Naik, Tapi Pembagian Bergantian

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo turut menerapkan social distancing, khususnya saat program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dilaksanakan. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tetap bisa melakukan transaksi e-Warong (elektronik warung gotong royong) secara bergantian.

Koordinator BPNT Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Mustahiqul Ilmi mengatakan, kebijakan yang dilakukan merupakan wujud dari antisipasi dan memutus rantai penyebaran virus korona. Sehingga, imbauan untuk menerapkan social distancing harus benar-benar diterapkan.

“Pembagian BPNT yang biasanya dilakukan secara berbondong-bondong dan terpusat, sekarang dibatasi dan diatur agar pengambilan dilakukan secara bergantian,” ujarnya.

Pelaksanaan transaksi BPNT melalui e-Warong penyalur tetap dilaksanakan tanpa harus berbondong-bondong atau antre. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar transaksi pembelian sembako oleh KPM. Tak hanya itu, pendamping juga bertugas untuk mengingatkan KPM agar tidak datang secara sekaligus pada satu hari tertentu.

“Ada beberapa desa yang melakukan penyaluran BPNT dengan menjadwalkan secara bergantian per dusun. Bahkan, ada yang langsung mengantarkannya ke rumah KPM. Hal ini untuk menghindari kerumunan,” kataya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Achmad Arif menjelaskan, untuk besaran BPNT yang diberikan kepada KPM, sejak Maret lalu mengalami kenaikan menjadi Rp 200 ribu. Sebelumnya di bulan Januari, besaran nominal bantuan Rp 150 ribu. Kemudian mengalami kenaikan Rp 50 ribu. Selanjutnya akan ditransfer pada seluruh KPM, yang saat ini tercatat 138.854 KPM penerima BPNT.

“Besaran nominal BPNT naik menjadi Rp 200 ribu, tentunya jumlah kebutuhan pangan yang diperoleh melalui transaksi e-Warong juga mengalami peningkatan,” ujarnya.

Kenaikan BPNT tersebut merupakan pelaksanaan dari surat yang telah diterbitkan oleh Kementerian Sosial. Adapun yang dapat dibelanjakan oleh KPM sesuai dengan kebutuhan. Sumber karbohidrat berupa beras atau bahan pangan lokal lain seperti jagung pipilan dan sagu. Sumber protein hewani telur, ayam, ikan, dan daging. Sumber protein nabati berupa kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu. Sumber vitamin sayur-mayur dan buah-buahan.

“Kenaikan BPNT hanya sampai bulan Agustus, sehubungan dengan adanya kebijakan social distancing, penyaluran tentunya disesuaikan, oleh karena itu, pelayanan dibuka setiap hari untuk melayani KPM,” tuturnya. (ar/fun)