alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tim BPCB Belum Turun untuk Cek di Sapikerep, Pemdes Bimbang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKAPURA,Radar Bromo – Adanya temuan bangunan kuno di kebun stroberi di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, belum ada tindak lanjut. Sampai kemarin, tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur belum juga turun untuk memastikan bangunan kuno itu termasuk cagar budaya atau bukan.

Kondisi ini membuat Pemerintah Desa Sapikerep masih bimbang. Sebab, tumpukan berupa batu yang tersusun rapi itu berada di areal kebun stroberi, tepatnya di pintu masuk. Untuk menjaga keutuhannya, pintu masuk kebun stroberi ditutup. Pengunjung harus lewat pintu belakang atau pintu keluar.

Kepala Desa Sapikerep Suwandi mengaku sudah mengirim surat ke Pemkab Probolinggo terkait temuan bangunan itu. Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo juga sudah memasang garis batas dan terpal di atas bangunan kuno itu.

Temukan Bangunan Bersejarah di Kebun Stroberi Lereng Bromo

Namun Tim BPCB Jawa Timur belum juga turun. Padahal, pihaknya berharap bisa segera ada kepastian soal bangunan tersebut. “Belum ada kabar kapan tim BPCB akan turun meneliti bangunan ini. Jika tim BPCB segera turun, enak, bisa segera ada kepastian. Jika itu bangunan cagar budaya, berarti ada tindak lanjut seperti apa. Jika memang itu dipastikan buka cagar budaya, bisa kami segera kelola kebun stroberi,” katanya.

Terpisah, Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan temuan bangunan kuno itu ke Tim BPCB Trowulan Jawa Timur. “Mungkin Tim BPCB masih ada di daerah lain melakukan penelitian soal temuan bangunan kuno lain. Kami akan coba koordinasikan lebih lanjut supaya segera ada kepastian,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKAPURA,Radar Bromo – Adanya temuan bangunan kuno di kebun stroberi di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, belum ada tindak lanjut. Sampai kemarin, tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur belum juga turun untuk memastikan bangunan kuno itu termasuk cagar budaya atau bukan.

Kondisi ini membuat Pemerintah Desa Sapikerep masih bimbang. Sebab, tumpukan berupa batu yang tersusun rapi itu berada di areal kebun stroberi, tepatnya di pintu masuk. Untuk menjaga keutuhannya, pintu masuk kebun stroberi ditutup. Pengunjung harus lewat pintu belakang atau pintu keluar.

Kepala Desa Sapikerep Suwandi mengaku sudah mengirim surat ke Pemkab Probolinggo terkait temuan bangunan itu. Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo juga sudah memasang garis batas dan terpal di atas bangunan kuno itu.

Temukan Bangunan Bersejarah di Kebun Stroberi Lereng Bromo

Mobile_AP_Half Page

Namun Tim BPCB Jawa Timur belum juga turun. Padahal, pihaknya berharap bisa segera ada kepastian soal bangunan tersebut. “Belum ada kabar kapan tim BPCB akan turun meneliti bangunan ini. Jika tim BPCB segera turun, enak, bisa segera ada kepastian. Jika itu bangunan cagar budaya, berarti ada tindak lanjut seperti apa. Jika memang itu dipastikan buka cagar budaya, bisa kami segera kelola kebun stroberi,” katanya.

Terpisah, Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan temuan bangunan kuno itu ke Tim BPCB Trowulan Jawa Timur. “Mungkin Tim BPCB masih ada di daerah lain melakukan penelitian soal temuan bangunan kuno lain. Kami akan coba koordinasikan lebih lanjut supaya segera ada kepastian,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2