alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bronjong Belum Dipasang, Warga Dringu Resah Bila Banjir Lagi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Warga Desa/Kecamatan Dringu yang menjadi korban bencana banjir masih belum tenang. Pasalnya, curah hujan tinggi masih diprediksi bakal terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Probolinggo. Apalagi, sampai Rabu (3/3), tanggul puluhan meter yang jebol itu belum juga dipasang bronjong.

Belajar dari kejadian bencana banjir susulan hari kedua (Minggu, Red), dampak bencana lebih parah. Sebab, puluhan meter tanggul sudah jebol. Sehingga, saat debit air sungai tinggi, dapat dipastikan dengan leluasa dan dengan cepat masuk ke pemukiman warga. Berbeda saat masih ada tanggul penahan tepi sungai, yang dapat menahan debit arus air sungai.

Happy, 30, warga Desa Dringu mengaku, dirinya masih belum tenang dan rasa waswas takut ada banjir susulan. Seperti halnya Rabu sore, di wilayah Dringu tidak turun hujan, tapi dapat informasi wilayah Bantaran dan Kuripan hujan deras. Hal itu membuat dirinya waswas.

Tanggul Jebol, 600 KK di Dringu Terendam Banjir

Dirinya yang sudah tahu tanggul jebol belum diperbaiki, dipastikan bisa akibatkan banjir susulan saat debit air sungai tinggi. ”Selama tanggul itu belum diperbaiki, paling tidak dipasang bronjong, saya dan warga pasti tidak bisa tenang dan tidur nyenyak. Karena kalau debit air sungai tinggi, pasti banjir lagi. Ini saja, saya dan warga tidak lepas slot penahan air di tiap rumah. Takut ada banjir lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, H. Tutug Edi Utomo saat dikonfirmasi, membenarkan bronjong belum terpasang. Pihaknya masih tengah koordinasikan bersama OPD terkait untuk rencana penanganan darurat tanggul yang jebol.

”Bronjong belum siap. Kami sekarang masih berusaha secepatnya penanganan darurat tanggul jebol dengan pemasangan bronjong,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, banjir susulan tidak hanya merendam ribuan rumah di dua desa Kecamatan Dringu. Tanggul (plengsengan) yang jebol di dua desa itupun makin meluas. Tanggul yang jebol di Desa Dringu, yang awalnya hanya sekitar 30 meter, kini makin meluas menjadi sekitar 100 meter. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Warga Desa/Kecamatan Dringu yang menjadi korban bencana banjir masih belum tenang. Pasalnya, curah hujan tinggi masih diprediksi bakal terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Probolinggo. Apalagi, sampai Rabu (3/3), tanggul puluhan meter yang jebol itu belum juga dipasang bronjong.

Belajar dari kejadian bencana banjir susulan hari kedua (Minggu, Red), dampak bencana lebih parah. Sebab, puluhan meter tanggul sudah jebol. Sehingga, saat debit air sungai tinggi, dapat dipastikan dengan leluasa dan dengan cepat masuk ke pemukiman warga. Berbeda saat masih ada tanggul penahan tepi sungai, yang dapat menahan debit arus air sungai.

Happy, 30, warga Desa Dringu mengaku, dirinya masih belum tenang dan rasa waswas takut ada banjir susulan. Seperti halnya Rabu sore, di wilayah Dringu tidak turun hujan, tapi dapat informasi wilayah Bantaran dan Kuripan hujan deras. Hal itu membuat dirinya waswas.

Tanggul Jebol, 600 KK di Dringu Terendam Banjir

Mobile_AP_Half Page

Dirinya yang sudah tahu tanggul jebol belum diperbaiki, dipastikan bisa akibatkan banjir susulan saat debit air sungai tinggi. ”Selama tanggul itu belum diperbaiki, paling tidak dipasang bronjong, saya dan warga pasti tidak bisa tenang dan tidur nyenyak. Karena kalau debit air sungai tinggi, pasti banjir lagi. Ini saja, saya dan warga tidak lepas slot penahan air di tiap rumah. Takut ada banjir lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, H. Tutug Edi Utomo saat dikonfirmasi, membenarkan bronjong belum terpasang. Pihaknya masih tengah koordinasikan bersama OPD terkait untuk rencana penanganan darurat tanggul yang jebol.

”Bronjong belum siap. Kami sekarang masih berusaha secepatnya penanganan darurat tanggul jebol dengan pemasangan bronjong,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, banjir susulan tidak hanya merendam ribuan rumah di dua desa Kecamatan Dringu. Tanggul (plengsengan) yang jebol di dua desa itupun makin meluas. Tanggul yang jebol di Desa Dringu, yang awalnya hanya sekitar 30 meter, kini makin meluas menjadi sekitar 100 meter. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2