alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ajukan Rp 20 M untuk Perbaikan Infrastruktur Terdampak Banjir

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Dampak cuaca ekstrem selama tahun ini, tidak hanya bencana banjir di wilayah Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo pun mengajukan anggaran penanganan pembangunan permanen dampak bencana ke Pemprov Jatim, hingga miliaran rupiah.

Setidaknya ada tujuh titik kerusakan infrastruktur akibat bencana cuaca ekstrem tahun ini. Mulai tangkis laut di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumber sampai tanggul di Desa/Kecamatan Dringu yang jebol setelah diterjang banjir. Semua kerusakan infrastruktur itu menjadi kewenangan pemprov dan dibutuhkan penanganan permanen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten setempat, Rahmad Waluyo melalui Kabid SDA, Hengky saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke Pemprov Jatim. Khususnya untuk penanganan permanen infrastruktur yang rusak akibat bencana.

”Kami ajukan sekitar Rp 20 miliar untuk pembangunan rehabilitasi sungai dan tangkis laut yang rusak akibat bencana. Mulai dari Gili Ketapang, Dringu, Bantaran dan beberapa titik lainnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (3/3).

Hengky mengharapkan, penanganan permanen dibutuhkan untuk secepatnya. Pengajuan pemkab Probolinggo, diharapkan bisa terealisasi di Perubahan APBD 2021. Sehingga, tanggul yang jebol, tangkit laut yang ambrol bisa segera dibangun permanen. Dengan begitu dapat mengurangi atau mencegah dampak tingginya gelombang laut atau tingginya debit air sungai saat cuaca ekstrem.

”Rehabilitasi sungai dan penanganan tangkis laut itu menjadi kewenangan provinsi atau pusat. Kami sudah ajukan ke Provinsi untuk bisa segera dapat ditangani,” harapnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Dampak cuaca ekstrem selama tahun ini, tidak hanya bencana banjir di wilayah Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo pun mengajukan anggaran penanganan pembangunan permanen dampak bencana ke Pemprov Jatim, hingga miliaran rupiah.

Setidaknya ada tujuh titik kerusakan infrastruktur akibat bencana cuaca ekstrem tahun ini. Mulai tangkis laut di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumber sampai tanggul di Desa/Kecamatan Dringu yang jebol setelah diterjang banjir. Semua kerusakan infrastruktur itu menjadi kewenangan pemprov dan dibutuhkan penanganan permanen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten setempat, Rahmad Waluyo melalui Kabid SDA, Hengky saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke Pemprov Jatim. Khususnya untuk penanganan permanen infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Mobile_AP_Half Page

”Kami ajukan sekitar Rp 20 miliar untuk pembangunan rehabilitasi sungai dan tangkis laut yang rusak akibat bencana. Mulai dari Gili Ketapang, Dringu, Bantaran dan beberapa titik lainnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (3/3).

Hengky mengharapkan, penanganan permanen dibutuhkan untuk secepatnya. Pengajuan pemkab Probolinggo, diharapkan bisa terealisasi di Perubahan APBD 2021. Sehingga, tanggul yang jebol, tangkit laut yang ambrol bisa segera dibangun permanen. Dengan begitu dapat mengurangi atau mencegah dampak tingginya gelombang laut atau tingginya debit air sungai saat cuaca ekstrem.

”Rehabilitasi sungai dan penanganan tangkis laut itu menjadi kewenangan provinsi atau pusat. Kami sudah ajukan ke Provinsi untuk bisa segera dapat ditangani,” harapnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2