alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Tertibkan PKL-Parkir Liar di Jln Suroyo-Jln Supriyadi Belakang Eratex

KANIGARAN, Radar Bromo – Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di Jalan Supriyadi Kota Probolinggo, mulai ditindak. Rabu (3/2), Satpol PP Kota Probolinggo menggelar operasi menertibkan mereka. Selain PKL, aparat penegak peraturan daerah itu juga mendapati parkir liar.

Namun dalam penertiban ini, Satpol PP tak sampai mengamankan barang-barang milik pelanggar. Mereka hanya meminta para PKL itu pindah. Begitu juga dengan petugas parkir yang diketahui menggunakan badan jalan dan ruang terbuka hijau (RTH). Selain di Jalan Supriyadi, Satpol PP juga melakukan operasi di Jalan Suroyo.

Petugas Tindak Internal Satpol PP Kota Probolinggo Suroso mengatakan, operasi yang dilakukan mulai pukul 13.00 hingga pukul 14.00 itu hanya mengimbau agar PKL tidak berjualan di lokasi tersebut. Termasuk untuk parkir liar kendaraan bermotor karyawan pabrik garmen.

“Kami sisir sepanjang Jalan Suroyo dan Jalan Supriyadi. PKL kami minta pindah dan tidak berjualan di lokasi yang tidak diizinkan. Termasuk di belakang Eratex (PT Eratex Djaja). Sebab, di belakang Eratex sudah disediakan tempat. Jika mau, silakan mendaftar ke DKUPP untuk menempati lokasi tersebut. Namun PKL buah yang tadi itu bukan warga kota,” ujarnya.

Satpol PP juga mendapati sejumlah kendaraan roda dua yang diletakkan di badan Jalan Supriyadi. Termasuk, adanya parkir di ruang terbuka hijau (RTH). “Untuk kendaraan ini bukan ranah kami. Tetapi kami imbau apapun alasannya, entah menunggu karyawan yang pulang atau apapun, yang jelas tidak diperbolehkan memarkirkan motor di badan jalan. Termasuk menggunakan RTLH,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan anggota lainnya, Sanusi. Menurutnya, petugas hanya mengimbau dan meminta PKL pindah. Termasuk parkir motor, mengingat usaha parkir itu milik perorangan. “Kami minta PKL pindah. Termasuk motornya agar segera dimasukkan. Jika tidak muat, jangan menerima lagi jika ada yang mau parkir,” ujarnya. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di Jalan Supriyadi Kota Probolinggo, mulai ditindak. Rabu (3/2), Satpol PP Kota Probolinggo menggelar operasi menertibkan mereka. Selain PKL, aparat penegak peraturan daerah itu juga mendapati parkir liar.

Namun dalam penertiban ini, Satpol PP tak sampai mengamankan barang-barang milik pelanggar. Mereka hanya meminta para PKL itu pindah. Begitu juga dengan petugas parkir yang diketahui menggunakan badan jalan dan ruang terbuka hijau (RTH). Selain di Jalan Supriyadi, Satpol PP juga melakukan operasi di Jalan Suroyo.

Petugas Tindak Internal Satpol PP Kota Probolinggo Suroso mengatakan, operasi yang dilakukan mulai pukul 13.00 hingga pukul 14.00 itu hanya mengimbau agar PKL tidak berjualan di lokasi tersebut. Termasuk untuk parkir liar kendaraan bermotor karyawan pabrik garmen.

“Kami sisir sepanjang Jalan Suroyo dan Jalan Supriyadi. PKL kami minta pindah dan tidak berjualan di lokasi yang tidak diizinkan. Termasuk di belakang Eratex (PT Eratex Djaja). Sebab, di belakang Eratex sudah disediakan tempat. Jika mau, silakan mendaftar ke DKUPP untuk menempati lokasi tersebut. Namun PKL buah yang tadi itu bukan warga kota,” ujarnya.

Satpol PP juga mendapati sejumlah kendaraan roda dua yang diletakkan di badan Jalan Supriyadi. Termasuk, adanya parkir di ruang terbuka hijau (RTH). “Untuk kendaraan ini bukan ranah kami. Tetapi kami imbau apapun alasannya, entah menunggu karyawan yang pulang atau apapun, yang jelas tidak diperbolehkan memarkirkan motor di badan jalan. Termasuk menggunakan RTLH,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan anggota lainnya, Sanusi. Menurutnya, petugas hanya mengimbau dan meminta PKL pindah. Termasuk parkir motor, mengingat usaha parkir itu milik perorangan. “Kami minta PKL pindah. Termasuk motornya agar segera dimasukkan. Jika tidak muat, jangan menerima lagi jika ada yang mau parkir,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/