alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Temukan Pasien Isoman Tak Patuh, Ini Langkah DKP2KB Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Selama Pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo menemukan kasus pasien isolasi mandiri (isoman) tidak patuh. Ketidakpatuhan ini berupa mereka tetap beraktivitas normal meski seharusnya berada di rumah.

“Kami tidak mencatat secara khusus kasus pasien isoman yang tidak patuh, tapi memang ada seperti itu. Langkah selanjutnya bila ada temuan kasus pasien isoman tidak patuh, kami melibatkan 3 pilar untuk memberi peringatan. Peringatan itu apabila tidak patuh, maka akan ditempatkan di tempat karantina,” ujar Plt Kepala DKP2KB Kota Probolinggo Nurul Hasanah Hidayati.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengatakan, bahwa untuk yang menjemput pasien isoman yang tidak patuh dilakukan oleh petugas medis dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. “Biasanya mendapat peringatan akan ditempatkan di rumah karantina, pasien isoman ini sudah patuh dan bersedia kembali melakukan isoman,” terangnya.

Isolasi mandiri merupakan salah satu solusi yang dilakukan dalam penanganan pasien pandemi Covid-19. Isoman tidak bisa dilakukan kepada semua pasien Covid-19. “Dan yang melakukan isoman adalah mereka yang memenuhi syarat, baik dari syarat rumah, keluarga, maupun lingkungannya,” terangnya.

Beberbapa persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki ruangan terpisah dari anggota keluarga lainnya. Serta, ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 Kota Probolinggo terus bertambah. Per 3 Januari 2021, mencapai 1.543 orang dengan penambahan hari ini sebanyak 6 orang. Sedangkan, yang menjalani perawatan ada 293 pasien dan pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.144 orang. Serta, 106 pasien meninggal dunia. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Selama Pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo menemukan kasus pasien isolasi mandiri (isoman) tidak patuh. Ketidakpatuhan ini berupa mereka tetap beraktivitas normal meski seharusnya berada di rumah.

“Kami tidak mencatat secara khusus kasus pasien isoman yang tidak patuh, tapi memang ada seperti itu. Langkah selanjutnya bila ada temuan kasus pasien isoman tidak patuh, kami melibatkan 3 pilar untuk memberi peringatan. Peringatan itu apabila tidak patuh, maka akan ditempatkan di tempat karantina,” ujar Plt Kepala DKP2KB Kota Probolinggo Nurul Hasanah Hidayati.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengatakan, bahwa untuk yang menjemput pasien isoman yang tidak patuh dilakukan oleh petugas medis dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. “Biasanya mendapat peringatan akan ditempatkan di rumah karantina, pasien isoman ini sudah patuh dan bersedia kembali melakukan isoman,” terangnya.

Isolasi mandiri merupakan salah satu solusi yang dilakukan dalam penanganan pasien pandemi Covid-19. Isoman tidak bisa dilakukan kepada semua pasien Covid-19. “Dan yang melakukan isoman adalah mereka yang memenuhi syarat, baik dari syarat rumah, keluarga, maupun lingkungannya,” terangnya.

Beberbapa persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki ruangan terpisah dari anggota keluarga lainnya. Serta, ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 Kota Probolinggo terus bertambah. Per 3 Januari 2021, mencapai 1.543 orang dengan penambahan hari ini sebanyak 6 orang. Sedangkan, yang menjalani perawatan ada 293 pasien dan pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.144 orang. Serta, 106 pasien meninggal dunia. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/