alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Jatuh ke Septic Tank, Ibu Muda asal Wonomerto Meninggal

WONOMERTO, Radar Bromo Sedianya Kumariah, 19, hendak menutup septic tank di belakang rumahnya, Senin (4/1). Namun nahas. Ibu satu anak itu justru jatuh ke dalam septic tank. Ia pun meninggal dengan luka parah di kepala.

Peristiwa itu terjadi pukul 10.30 di Dusun Krajan II, RT 02/ RW 02, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Wonomerto setelah dikeluarkan dari septic tank oleh warga sekitar. Namun, nyawanya tak terselamatkan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, septic tank atau tempat pembuangan tinja itu berada di belakang rumah korban. Tempat itu merupakan saluran pembuangan dari WC rumah korban. Lebarnya 1 meter dan dalamnya 4 meter.

Seperti septic tank lain, tempat itu pun diberi penutup di bagian atas. Penutupnya terbuat dari beton cor. Namun, kondisi beton cor itu sudah retak dan rusak.

Karena itulah, siang itu Kumariah beriniatif menutup beton cor penutup septic tank yang rusak. Ia lantas mengambil meja dan meletakkan meja di atas beton cor penutup itu.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Saat meletakkan meja di atas beton, justru beton pecah. Diduga kaki korban menginjak beton tersebut saat meletakkan meja di atasnya.

Korban pun langsung jatuh ke dalam septic tank. Begitu jatuh, korban sempat berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar Rapiadi, paman korban.

Rapiadi yang berada tak jauh dari lokasi segera berlari menuju sumber suara. Begitu melihat keponakannya jatuh ke dalam septic tank, dia pun langsung berteriak minta bantuan warga sekitar.

”Ukuran septic tank itu sekitar 1 meter lebih lebarnya dengan kedalaman sekitar 4 meter. Korban jatuh ke dalam septic tank dan sempat minta tolong,“ terang Ruslan, salah satu perangkat Desa Jrebeng.

Sementara warga sekitar langsung berdatangan saat Rapiadi minta bantuan. Dengan cepat, belasan warga bahu membahu berusaha mengeluarkan korban dari dalam septic tank.

Agar korban cepat tertolong, seorang kerabat dan seorang tetangga korban masuk dalam septic tank. Keduanya lantas mengikat tubuh korban dengan tali. Tali lantas ditarik oleh warga lain yang ada di luar septic tank. (mas/hn)

 

WONOMERTO, Radar Bromo Sedianya Kumariah, 19, hendak menutup septic tank di belakang rumahnya, Senin (4/1). Namun nahas. Ibu satu anak itu justru jatuh ke dalam septic tank. Ia pun meninggal dengan luka parah di kepala.

Peristiwa itu terjadi pukul 10.30 di Dusun Krajan II, RT 02/ RW 02, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Wonomerto setelah dikeluarkan dari septic tank oleh warga sekitar. Namun, nyawanya tak terselamatkan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, septic tank atau tempat pembuangan tinja itu berada di belakang rumah korban. Tempat itu merupakan saluran pembuangan dari WC rumah korban. Lebarnya 1 meter dan dalamnya 4 meter.

Seperti septic tank lain, tempat itu pun diberi penutup di bagian atas. Penutupnya terbuat dari beton cor. Namun, kondisi beton cor itu sudah retak dan rusak.

Karena itulah, siang itu Kumariah beriniatif menutup beton cor penutup septic tank yang rusak. Ia lantas mengambil meja dan meletakkan meja di atas beton cor penutup itu.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Saat meletakkan meja di atas beton, justru beton pecah. Diduga kaki korban menginjak beton tersebut saat meletakkan meja di atasnya.

Korban pun langsung jatuh ke dalam septic tank. Begitu jatuh, korban sempat berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar Rapiadi, paman korban.

Rapiadi yang berada tak jauh dari lokasi segera berlari menuju sumber suara. Begitu melihat keponakannya jatuh ke dalam septic tank, dia pun langsung berteriak minta bantuan warga sekitar.

”Ukuran septic tank itu sekitar 1 meter lebih lebarnya dengan kedalaman sekitar 4 meter. Korban jatuh ke dalam septic tank dan sempat minta tolong,“ terang Ruslan, salah satu perangkat Desa Jrebeng.

Sementara warga sekitar langsung berdatangan saat Rapiadi minta bantuan. Dengan cepat, belasan warga bahu membahu berusaha mengeluarkan korban dari dalam septic tank.

Agar korban cepat tertolong, seorang kerabat dan seorang tetangga korban masuk dalam septic tank. Keduanya lantas mengikat tubuh korban dengan tali. Tali lantas ditarik oleh warga lain yang ada di luar septic tank. (mas/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/