alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 8 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sejumlah Cabor di Kota Probolinggo Sambat soal Fasilitas Olahraga

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Masalah anggaran dan sarana prasarana olahraga di Kota Probolinggo, terus menjadi perhatian serius para pengurus cabang olahraga (cabor). Anggaran yang kurang mendukung untuk pengadaan peralatan olahraga masih terus dikeluhkan.

Hal ini terungkap dalam audiensi pengurus cabor dengan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo, Senin (30/11) lalu. Salah satunya datang dari cabor anggar.

“Prestasi anggar, Alhamdulillah sudah sampai tingkat nasional. Namun, untuk fasilitas kami masih membutuhkan sarana prasarana seperti loding dan lopper. Lopper ini bagian inventaris untuk landasan saat latihan,” ujar Pelatih Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Probolinggo, Erni Yusnita.

Tidak adanya lopper atau landasan untuk latihan anggar, membuat atlet harus lebih sering mengganti sepatu. Paling tidak, 6 bulan sekali harus mengganti sepatu karena rusak. “Selain itu, kami mengusulkan agar anggaran cabor disesuaikan dengan olahraganya. Misalnya, di anggar kami mendapat anggaran Rp 100 juta, padahal dalam sekali kejuaraan kebutuhan alat sekali pakai saja sampai Rp 20 juta,” terangnya.

Menanggapi masukan tersebut, Wali Kota mengatakan, berikutnya proposal anggaran cabor juga harus disampaikan kepada pemerintah. “Namun, memang tidak bisa semua kebutuhan dalam proposal yang diajukan bisa terpenuhi. Jika memang akan ada penambahan anggaran, itu di APBD murni, bukan PAK (perubahan anggaran keuangan). Karena, tahun 2021 sudah masuk dalam APBD, maka dilakukan pada APBD 2022,” jelasnya.

Politisi PKB ini mengatakan, tahun ini memang cukup berat bagi cabor. Sebab, anggaran untuk KONI yang disalurkan kepada cabor harus terkena refocusing untuk penangancan Covid-19, sampai 50 persen. “Dalam APBD 2020 sudah dianggarkan hibah KONI Rp 5,6 miliar, tapi te-refocusing sampai 50 persen,” ujarnya.

Terkait permasalahan sarana prasarana olahraga, Wali Kota meminta cabor terus memantau kondisi peralatannya. Selain untuk mendukung aktivitas latihan, juga demi keamanan atlet.

“Seperti di FPTI, ada fasilitas panjat tebing juga harus diperhatikan tali-talinya untuk memanjat itu, batas usianya sampai kapan. Jangan sampai melebihi batas penggunaan, karena ini berkaitan dengan keamanan atlet,” pintanya. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Masalah anggaran dan sarana prasarana olahraga di Kota Probolinggo, terus menjadi perhatian serius para pengurus cabang olahraga (cabor). Anggaran yang kurang mendukung untuk pengadaan peralatan olahraga masih terus dikeluhkan.

Hal ini terungkap dalam audiensi pengurus cabor dengan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo, Senin (30/11) lalu. Salah satunya datang dari cabor anggar.

“Prestasi anggar, Alhamdulillah sudah sampai tingkat nasional. Namun, untuk fasilitas kami masih membutuhkan sarana prasarana seperti loding dan lopper. Lopper ini bagian inventaris untuk landasan saat latihan,” ujar Pelatih Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Probolinggo, Erni Yusnita.

Mobile_AP_Half Page

Tidak adanya lopper atau landasan untuk latihan anggar, membuat atlet harus lebih sering mengganti sepatu. Paling tidak, 6 bulan sekali harus mengganti sepatu karena rusak. “Selain itu, kami mengusulkan agar anggaran cabor disesuaikan dengan olahraganya. Misalnya, di anggar kami mendapat anggaran Rp 100 juta, padahal dalam sekali kejuaraan kebutuhan alat sekali pakai saja sampai Rp 20 juta,” terangnya.

Menanggapi masukan tersebut, Wali Kota mengatakan, berikutnya proposal anggaran cabor juga harus disampaikan kepada pemerintah. “Namun, memang tidak bisa semua kebutuhan dalam proposal yang diajukan bisa terpenuhi. Jika memang akan ada penambahan anggaran, itu di APBD murni, bukan PAK (perubahan anggaran keuangan). Karena, tahun 2021 sudah masuk dalam APBD, maka dilakukan pada APBD 2022,” jelasnya.

Politisi PKB ini mengatakan, tahun ini memang cukup berat bagi cabor. Sebab, anggaran untuk KONI yang disalurkan kepada cabor harus terkena refocusing untuk penangancan Covid-19, sampai 50 persen. “Dalam APBD 2020 sudah dianggarkan hibah KONI Rp 5,6 miliar, tapi te-refocusing sampai 50 persen,” ujarnya.

Terkait permasalahan sarana prasarana olahraga, Wali Kota meminta cabor terus memantau kondisi peralatannya. Selain untuk mendukung aktivitas latihan, juga demi keamanan atlet.

“Seperti di FPTI, ada fasilitas panjat tebing juga harus diperhatikan tali-talinya untuk memanjat itu, batas usianya sampai kapan. Jangan sampai melebihi batas penggunaan, karena ini berkaitan dengan keamanan atlet,” pintanya. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2