alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Pupuk Urea Subsidi di Kota Probolinggo Dipangkas 20 Ton

KANIGARAN, Radar Bromo – Kota Probolinggo tidak mengadukan adanya kekurangan pupuk bersubsidi seperti di daerah lain. Namun, sejatinya tetap terdampak kekurangan pupuk. Apalagi, tahun ini ada realokasi pupuk subsidi sebanyak 20 ton.

“Tahun 2020 daerah di Jawa Timur, banyak yang mengeluhkan kekurangan pupuk bersubsidi. Namun, di Kota Probolinggo, tidak menyampaikan keluhan tersebut, karena memang masih cukup,” ujar Kepala Bidang Teknologi Pertanian, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo, Irhamni Alfatih.

Namun, Pemprov Jawa Timur, akhirnya merealokasi kuota pupuk bersubsidi untuk Kota Probolinggo. “Relatif sedikti sebenarnya. Dari kuota yang diberikan, hanya sekitar 20 ton yang direalokasi, terutama pupuk jenis urea,” ujarnya. Tahun ini, petani Kota Probolinggo, mendapatkan jatah pupuk urea bersubsidi 2.067 ton.

Irham menjelaskan, sebenarnya kebutuhan pupuk bersubsidi sudah menyesuaikan jumlah petani yang terdaftar dalam e-RDKK. Jika penggunaan tepat, jatah yang diberikan akan cukup.

“Faktanya petani sering menggunakan pupuk subsidi tidak sesuai dengan jumlah kuotanya. Misalnya, dalam satu tahun ada 3 kali masa tanam, pupuk subsidi banyak digunakan di masa tanam pertama dan kedua. Akhirnya, masa tanam ketiga tidak bisa memakai subsidi, maka pakai nonsubsidi,” jelasnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU