alexametrics
25C
Probolinggo
Thursday, 21 January 2021

Pengembangan Olahan Produk Pertanian Terkendala Ini

KANIGARAN,Radar Bromo – Mengolah hasil pertanian bisa menjadi salah satu upaya mengatasi rendahnya harga hasil pertanian saat panen raya. Namun, sejauh ini masih sedikit petani yang berminat dan serius menekuni pengolahan hasil pertanian.

Salah satunya Herman, 45, warga Kelurhaan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Selama ini, ia sering menanam tomat dan cabai. Meski harga komoditas pertaniannya fluktuatif, bahkan sampai jatuh, dia tidak mau mengolahnya karena masalah modal. “Yang paling sering harganya anjlok, tomat. Kalau cabai rawit harganya sering mahal, tapi kalau tomat sering di bawah biaya produksi,” ujarnya.

Ia mengaku di kelompok tani sudah diajari membuat manisan tomat yang bisa menjadi solusi ketika harga tomat murah. Namun, kata Herman, pihaknya masih enggan memproduksi karena khawatir tidak terjual. Sedangkan, untuk mengolah tomat menjadi manisan jelas butuh modal yang tidak sedikit.

Kepala Bidang Teknologi Pertanian Dispertahankan Kota Probolinggo Irhamni Alfatih membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, untuk mengembangkan produk olahan pertanian masih terkendala dengan mindset atau pola pikir sejumlah petani.

“Pola pikir sejumlah petani adalah bagaimana jika produk tidak terjual atau tidak laku. Padahal, modal sudah keluar. Ini yang menjadi hambatan untuk mengembangkan produk olahan pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini berbeda jauh dengan di bidang perikanan. Sejauh ini banyak produk perikanan yang telah memiliki manajemen yang baik. Mulai dari proses produksi sampai manajemen pemasarannya juga baik.

“Di perikanan sudah bagus pengembangan produk olahan perikanannya. Mungkin nanti kami akan mengajak petani-petani yang bergabung di Gapoktan maupun Kelompok Wanita Tani untuk melakukan studi ke IKM perikanan. Dengan mengolah hasil pertanian saat masa panen, akan meningkatkan harga jual hasil pertanian,” ujarnya. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU