alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Daya Beli Meningkat di Kota Probolinggo, Emas-Perhiasan Turun

KADEMANGAN,Radar Bromo – Setelah sempat landai, bahkan terjadi deflasi, per November 2020, Kota Probolinggo, mengalami inflasi cukup tinggi. Bahkan, angkanya lebih tinggi dibandingkan Januari-Februari saat masih belum pandemi Covid-19.

“Inflasi November yang tertinggi sepanjang tahun 2020. Sebelumnya sempat landai sejak pandemi di bulan Maret, April, dan Mei. Meningkatnya inflasi ini bisa menjadi salah satu indikator pulihnya daya beli masyarakat,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, Heri Sulistio, Selasa (1/12) lalu.

Namun, menurutnya, tim pengendali inflasi daerah (TPID) juga perlu berhati-hati dengan melejitnya inflasi tidak terkendali. Meski sampai saat ini inflasi tahun kalender masih bagus, karena masih di bawah acuan Bank Indonesia (BI), 2 persen.

Kelompok utama penyumbang inflasi adalah bahan makanan yang menyumbang sampai 1,71 persen. Bahkan, dari 10 komoditas penyumbang inflasi semuanya berasal dari kelompok bahan makanan. “Seperti daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai rawit, bakso siap santap, tomat, minyak goreng, ikan tongkol, bawang putih, sampai jagung muda,” jelasnya.

Heri mengatakan, sektor pertanian merupakan yang tidak terdampak pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari tren kuartal 1, 2, dan 3 sepanjang 2020, sektor pertanian, baik Jawa Timur dan nasional masih mencatatkan angka pertumbuhan.

“Bahkan, meski daya beli masyarakat rendah, hasil pertanian pasti akan selalu dibeli. Karena ini berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat untuk makanan. Mau tidak mau harus tetap beli,” ujarnya.

Selain komoditas penyumbang inflasi, ada juga komoditas penyumbang deflasi. Namun, komoditas ini selama November 2020 tidak mampu menekan laju kenaikan indeks harga konsumen. “Penyumbang deflasi ini emas perhiasan. Sekarang harga emas sedang turun. Waktu-waktu seperti ini yang sebenarnya tepat untuk yang mau investasi emas,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU