alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Banyak Fasum di Kota Probolinggo Belum Jadi Aset Daerah

KANIGARAN,Radar Bromo – Banyaknya fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (fasos) perumahan di Kota Probolinggo, yang belum masuk aset Pemkot, jadi sorotan DPRD. Terlebih, ada sejumlah perumahan yang sudah berdiri cukup lama, fasum dan fasos-nya masih atas nama pengembang.

Berdasarkan data dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo, ada sejumlah fasum dan fasos yang belum diserahkan ke Pemkot. Seperti, Jalan Mastrip Gang Kelapa Muda; Kopian Timur; serta Jalan Raden Wijaya di Kelurahan Wiroborang.

“Sebenarnya fasum dan fasos di perumahan itu tinggal membalik nama saja. Dari yang sebelumnya atas nama pengembang menjadi atas nama Pemkot. Jika belum dialihkan atas nama Pemkot, jelas pemerintah tidak bisa mengelolanya karena bukan bagian dari aset,” ujar Anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo, Sibro Malisi.

Sibro mengakui perumahan lama sudah sulit ditelusuri pengembangnya. Namun, nama pemilik fasum dan fasos tetap bisa diubah tanpa melibatkan pengembang.

“Karena ketika pengembang akan membangun perumahan, ada surat kesepakatan menyediakan lahan 30 persen untuk fasum dan fasos. Kemudian, koordinasi dengan BPN, RT/RW setempat, untuk mengubah nama fasum dan fasos itu,” terangnya.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Paguyuban Pengembang Perumahan Probolinggo, John Henry Rondonuwu. Ia membenarkan fasum dan fasos perumahan seharusnya diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda).

“Jika tidak diserahkan kepada pemda, pemda tidak bisa memperbaiki fasilitas di sana. Misalnya jalan, pemerintah daerah tidak bisa memperbaikinya, karena masih jadi aset pengembang. Jika tetap dipaksakan diperbaiki, bisa jadi temuan BPK. Bukan aset pemerintah kok diperbaiki,” terangnya.

John menjelaskan, sebenarnya tidak perlu harus mencari pengembang lagi untuk perumahan lama yng fasum dan fasos-nya belum beralih ke pemda. Cukup melibatkan RT dan RW. “Termasuk kopi sertifkat hak milik bangunan warga yang belum bralih kepemilikan serta keterlibatan RT/RW juga untuk proses perubahan fasum dan fasos ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekejeraan Umum, Perumahan, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kota Probolinggo Agus Hartadi mengatakan, saat ini masih proses pendataan fasum dan fasos di seluruh kelurahan. Termasuk beberapa perumahan lama, seperti Perumahan Sumber Taman dan Perumahan Kopian. “Masih berproses. Mekanismenya dari RT/RW diketahui lurah untuk menyerahkan ke Pemkot,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU