alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Tujuh Bulan Insentif Nakes Tak Cair, Ini Kendalanya  

KANIGARAN, Radar Bromo– Vaksinasi Covid-19 terus digalakkan. Para tenaga kesehatan (nakes) juga masih bekerja menangani pasien. Termasuk di Kota Probolinggo. Namun, sudah tujuh bulan insentif yang mestinya mereka terima, belum cair.

Baik insentif untuk nakes di RSUD dr. Mohamad Saleh maupun di bawah Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo. Padahal, pengajuannya telah dikirim sejak beberapa bulan sebelumnya.

Plt Kepala DKP2KB Kota Problinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, urusan insentif nakes sebelumnya sudah diajukan. Namun, keputusan cair tidaknya, bergantung terhadap Pemerintah Pusat. “Anggarannya dari pusat, bukan dari pemkot. Kami hanya menunggu,” ujarnya.

Menurutnya, belum cairnya insentif ini tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo. Melainkan, juga di sejumlah daerah lain. Perempuan yang akrab disapa Ida ini mengaku, tetap berharap insentif itu segera cair. “Hal yang sama juga terjadi di daerah lain,” ujarnya.

Ida mengatakan, para nakes yang menangani pasien Covid-19, berhak mendapatkan insentif dari pemerintah. Baik mereka yang bertugas di rumah sakit maupun di Puskesmas. Di Kota Probolinggo, ada 179 nakes yang berhak mendapatkannya.

Di antaranya, 99 nakes bertugas di RSUD dr. Mohamad Saleh dan 80 nakes di puskesmas atau di lingkungan DKP2KB Kota Probolinggo. Sebanyak 90 nakes di RSUD itu terdiri atas 11 dokter spesialis, 8 dokter umum, 54 perawat, 4 bidan, 6 orang radiografer, 14 orang analis kesehatan, dan 2 orang ahli gizi.

Duit yang diterima para nakes per bulan tidak sama. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, dokter spesialis mendapatkan Rp 15 juta dan dokter umum Rp 10 juta. Sedangkan, bidan dan perawat dijatah Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo dr. Abraar HS Kuddah mengatakan, insentif nakes tidak cair sejak November 2020. Artinya, sampai Mei 2021, sudah tujuh bulan tidak cair.

“Sepertinya terkendala masalah SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah) yang merupakan program yang dibuat untuk mengelola data informasi untuk mendukung dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah secara online,” katanya.

Abraar mengatakan, hingga 2021, belum ada aturan baru terkait insentif nakes. Masih menggunakan aturan sebelumnya. Karenanya, tahun ini pihaknya juga masih tetap mengajukan insentif nakes sesuai regulasi sebelumnya. “Belum ada aturan baru,” ujarnya. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo– Vaksinasi Covid-19 terus digalakkan. Para tenaga kesehatan (nakes) juga masih bekerja menangani pasien. Termasuk di Kota Probolinggo. Namun, sudah tujuh bulan insentif yang mestinya mereka terima, belum cair.

Baik insentif untuk nakes di RSUD dr. Mohamad Saleh maupun di bawah Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo. Padahal, pengajuannya telah dikirim sejak beberapa bulan sebelumnya.

Plt Kepala DKP2KB Kota Problinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, urusan insentif nakes sebelumnya sudah diajukan. Namun, keputusan cair tidaknya, bergantung terhadap Pemerintah Pusat. “Anggarannya dari pusat, bukan dari pemkot. Kami hanya menunggu,” ujarnya.

Menurutnya, belum cairnya insentif ini tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo. Melainkan, juga di sejumlah daerah lain. Perempuan yang akrab disapa Ida ini mengaku, tetap berharap insentif itu segera cair. “Hal yang sama juga terjadi di daerah lain,” ujarnya.

Ida mengatakan, para nakes yang menangani pasien Covid-19, berhak mendapatkan insentif dari pemerintah. Baik mereka yang bertugas di rumah sakit maupun di Puskesmas. Di Kota Probolinggo, ada 179 nakes yang berhak mendapatkannya.

Di antaranya, 99 nakes bertugas di RSUD dr. Mohamad Saleh dan 80 nakes di puskesmas atau di lingkungan DKP2KB Kota Probolinggo. Sebanyak 90 nakes di RSUD itu terdiri atas 11 dokter spesialis, 8 dokter umum, 54 perawat, 4 bidan, 6 orang radiografer, 14 orang analis kesehatan, dan 2 orang ahli gizi.

Duit yang diterima para nakes per bulan tidak sama. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, dokter spesialis mendapatkan Rp 15 juta dan dokter umum Rp 10 juta. Sedangkan, bidan dan perawat dijatah Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo dr. Abraar HS Kuddah mengatakan, insentif nakes tidak cair sejak November 2020. Artinya, sampai Mei 2021, sudah tujuh bulan tidak cair.

“Sepertinya terkendala masalah SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah) yang merupakan program yang dibuat untuk mengelola data informasi untuk mendukung dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah secara online,” katanya.

Abraar mengatakan, hingga 2021, belum ada aturan baru terkait insentif nakes. Masih menggunakan aturan sebelumnya. Karenanya, tahun ini pihaknya juga masih tetap mengajukan insentif nakes sesuai regulasi sebelumnya. “Belum ada aturan baru,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/