Harga Gula di Kota Probolinggo Masih Rp 15 Ribu per Kg

KANIGARAN, Radar Bromo – Pasca Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, harga gula pasir masih cukup tinggi di pasaran Kota Probolinggo. Karenanya, para pelaku usaha yang menggunakan bahan baku gula masih harus meningkatkan modal usahanya.

“Sampai sekarang gula masih mahal, meski sempat turun. Saya biasanya mematok gula itu harga Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu per kilogram untuk modal jualan. Tapi, sekarang masih Rp 15 ribu per kilogram,” ujar Syahroni, 40, penjual es keliling.

Sebelumnya, Syahroni bisa membeli gula pasir seharga Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per kilogram. Ia mengaku, tidak menggunakan pemanis buatan karena tidak mau konsumennya menderita. “Dari segi modal lebih untung pakai pemanis buatan, tapi kasihan yang minum karena rasanya pasti beda dibandingkan gula asli,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kota Probolinggo M. Arif Billah mengatakan, harga gula pasir masih terhitung tinggi meski sudah menurun. “Sebelumnya sampai Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per kilogram. Sekarang sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Harga Rp 15 ribu ini masih tinggi, karena normalnya sekitar Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram,” jelasnya.

Arif mengatakan, Bulog telah melakukan operasi pasar sebelum Lebaran dengan menjual gula pasir seharga Rp 11 ribu kepada pedagang. Pedagang menjual ke masyarakar seharga Rp 12.500 per kilogram atau sesuai harga eceran tertinggi (HET). “Tentu penyalurannya kami pantau agar pedagang benar-benar menjual seharga Rp 12.500,” ujarnya. (put/rud)