alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pilkades Serentak 62 Desa di Kab Probolinggo, 31 Incumbent Kalah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH, Radar Bromo Pilkades Serentak tahap pertama di 62 desa di Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/5) menyingkirkan separo lebih pemimpin lama. Sebanyak 31 calon kepala desa (cakades) incumbent keok dalam pertarungan memperebutkan posisi nomor satu di desa itu.

Sementara 22 cakades incumbent berhasil mempertahankan posisi mereka. Itu artinya, pilkades serentak kali ini memunculkan 40 pemimpin baru di desa.

Total ada 62 desa yang ikut dalam gelaran pilkades serentak. Dari jumlah itu, 53 cakades adalah incumbent. Hanya sembilan desa yang cakadesnya bersih dari incumbent.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, pelaksanaan pilkades serentak tahap pertama di 62 desa kemarin, terlaksana dengan aman. Mulai pemungutan suara sampai penghitungan suara. Dua tahap itu pun sudah dilakukan semua. Sehingga sudah diketahui cakades yang menang di tiap desa.

”Dari 62 desa yang menggelar pilkades, ada 53 cakades incumbent yang maju. Tapi hanya 22 cakades incumbent yang menang atau menjabat lagi. Selebihnya, 31 cakades incumbent kalah,” katanya.

Selain itu, dikatakan Ugas, pilkades serentak di 62 desa itu diikuti 21 cakades perempuan. Namun, berdasarkan Dashboard Hitung Cepat yang dilakukan Badan Kesbangpol Kabupaten Probolinggo, hanya 5 cakades perempuan yang menang.

”Cakades perempuan yang menang hanya lima orang atau 23 persen dari total calon perempuan yang maju dalam pilkades serentak gelombang pertama ini,” terangnya.

Lima perempuan yang menang itu adalah Rini Handayani (cakades Sumbersuko, Dringu), Siti Sahada (cakades Wonorejo, Wonomerto), Tutik Suhartiyah (cakades Jatiadi, Gending). Lalu, dua lagi dari Kecamatan Lumbang. Yaitu, Umi Fitriani (cakades Purut) dan Tiyarsi (cakades Lumbang).

Para cakades yang meraih suara terbanyak itu, kemarin banyak yang langsung merasakan kemenangan mereka. Bahkan, banyak beredar video cakades pemenang yang merayakan kemenangan dengan berkerumun, tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Ugas pun mengakui kondisi itu. Namun, tidak banyak jumlahnya. Hanya sebagian kecil cakades yang merayakan kemenangan dan mengabaikan protokol kesehatan.

Karena itu, menurut Ugas, pihaknya akan menegur cakades tersebut. Termasuk, kalau ditemukan kasus Covid-19 baru akan ditindaklanjuti dengan tracing.

”Nanti akan kami lakukan teguran pada cakades yang mengabaikan protokol kesehatan,” terang lelaki yang juga koordinator Gakkum Satgas Covid-19 ini. (mas/hn)

 

*Berita ini telah disunting Senin (3/5) pukul 11.54.

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH, Radar Bromo Pilkades Serentak tahap pertama di 62 desa di Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/5) menyingkirkan separo lebih pemimpin lama. Sebanyak 31 calon kepala desa (cakades) incumbent keok dalam pertarungan memperebutkan posisi nomor satu di desa itu.

Sementara 22 cakades incumbent berhasil mempertahankan posisi mereka. Itu artinya, pilkades serentak kali ini memunculkan 40 pemimpin baru di desa.

Total ada 62 desa yang ikut dalam gelaran pilkades serentak. Dari jumlah itu, 53 cakades adalah incumbent. Hanya sembilan desa yang cakadesnya bersih dari incumbent.

Mobile_AP_Half Page

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, pelaksanaan pilkades serentak tahap pertama di 62 desa kemarin, terlaksana dengan aman. Mulai pemungutan suara sampai penghitungan suara. Dua tahap itu pun sudah dilakukan semua. Sehingga sudah diketahui cakades yang menang di tiap desa.

”Dari 62 desa yang menggelar pilkades, ada 53 cakades incumbent yang maju. Tapi hanya 22 cakades incumbent yang menang atau menjabat lagi. Selebihnya, 31 cakades incumbent kalah,” katanya.

Selain itu, dikatakan Ugas, pilkades serentak di 62 desa itu diikuti 21 cakades perempuan. Namun, berdasarkan Dashboard Hitung Cepat yang dilakukan Badan Kesbangpol Kabupaten Probolinggo, hanya 5 cakades perempuan yang menang.

”Cakades perempuan yang menang hanya lima orang atau 23 persen dari total calon perempuan yang maju dalam pilkades serentak gelombang pertama ini,” terangnya.

Lima perempuan yang menang itu adalah Rini Handayani (cakades Sumbersuko, Dringu), Siti Sahada (cakades Wonorejo, Wonomerto), Tutik Suhartiyah (cakades Jatiadi, Gending). Lalu, dua lagi dari Kecamatan Lumbang. Yaitu, Umi Fitriani (cakades Purut) dan Tiyarsi (cakades Lumbang).

Para cakades yang meraih suara terbanyak itu, kemarin banyak yang langsung merasakan kemenangan mereka. Bahkan, banyak beredar video cakades pemenang yang merayakan kemenangan dengan berkerumun, tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Ugas pun mengakui kondisi itu. Namun, tidak banyak jumlahnya. Hanya sebagian kecil cakades yang merayakan kemenangan dan mengabaikan protokol kesehatan.

Karena itu, menurut Ugas, pihaknya akan menegur cakades tersebut. Termasuk, kalau ditemukan kasus Covid-19 baru akan ditindaklanjuti dengan tracing.

”Nanti akan kami lakukan teguran pada cakades yang mengabaikan protokol kesehatan,” terang lelaki yang juga koordinator Gakkum Satgas Covid-19 ini. (mas/hn)

 

*Berita ini telah disunting Senin (3/5) pukul 11.54.

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2