alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pilkades Lima Desa di Kecamatan Tiris Sukses-Aman dan Kondusif

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

TIRIS, Radar Bromo – Enam puluh dua desa di 21 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021, Minggu (2/5). Kecamatan Tiris salah satunya. Pesta demokrasi di tingkat desa itu diikuti oleh 5 desa. Ada 22 orang calon kepala desa yang berkontestasi, dengan 15.636 orang pemilih dan menggunakan hak suaranya di 46 TPS.

BILIK SUARA: Dua Pemilih suara menunjukan surat suara yang baru dicoblosnya, di bilik suara. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Lima desa di Kecamatan Tiris yang melaksanakan Pilkades serentak di antaranya, Desa Racek dengan 3 calon; Desa Pesawahan 5 Calon; Desa Wedusan 4 Calon; Desa Tlogosari 5 calon serta Desa Tulupari 5 calon.

Selama pemungutan suara yang dilaksanakan di tiap TPS di masing-masing desa, diamankan personel Polri, TNI, Satpol PP, Linmas. Tenaga kesehatan turut dilibatkan, untuk menjamin keamanan dan menjaga Prokes pelaksanaan proses pemungutan suara hingga selesainya penghitungan suara.

Pihak panitia Pilkades juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai menyiapkan tempat cuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, serta dilakukan pengukuran suhu tubuh pada pemilih Semuanya dilakukan karena pilkades dilaksanakan dalam masa pandemi.

Di Desa Racek, tepatnya di TPS 11 Kantor Desa Racek, dijadikan TPS percontohan di Kecamatan Tiris dengan 345 pemilih. Pelaksanaan coblosan pilkades dimulai pukul 07.00 dan disambut antusias warga. Di sela pencoblosan juga dilakukan video teleconference melalui zoom meeting dari Pendopo Kabupaten oleh Bupati Probolinggo P Tantriana Sari, untuk memantau pelaksanaan berjalannya Pilkades secara langsung di lokasi TPS.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Racek Mulyono, mengatakan pelaksanaan Pilkades di masa pandemi, tidak hanya pelaksanaannya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun kehadiran pemilih di TPS pun diatur dengan jam-jam tertentu, supaya menghindari kerumunan massa.

“Sebelum memasuki TPS, protokol kesehatan wajib dilaksanakan. Pemilih majib bermasker, mencuci tangan. Para pemilih juga diwajibkan memakai kaus tangan plastik yang sudah disiapkan oleh panitia. “Jika lengkap, barulah diizinkan menyalurkan aspirasi suaranya di bilik suara,” kata Mulyono.

HITUNG: Panitia PPS di TPS 11 Desa Racek, melakukan penghitungan surat suara dan disaksikan oleh para saksi dari ketiga calon kepala desa. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Camat Kecamatan Tiris Imron Rosyidi, melalui Sekretaris Kecamatan Yoyok Hadianto, mengatakan, pelaksanaan Pilkades tahun 2021, merupakan Pilkades serentak tahap pertama yang dilaksanakan di masa pandemi. Semuanya dijadikan catatan untuk bahan evaluasi. Karena masih ada pilkades tahap kedua di 252 desa di Kabupaten Probolinggo.

“Tahapan pilkades tahap pertama tahun 2021 di lima desa di Kecamatan Tiris ini, sebagai acuan bahan evaluasi kami, untuk Pilkades tahap kedua nanti. Di tahap kedua nanti, akan diikuti oleh 11 desa di Kecamatan Tiris,” ujarnya.

Yoyok Hadiyanto selaku Sekretaris Kecamatan Tiris menambahkan, Pemerintah Kecamatan Tiris berharap, siapapun yang terpilih menjadi kepala desa bisa menjalankan amanahnya dengan baik. Pun bagi mereka yang belum berhasil, bisa legawa menerima hasil pemilihan yang dilaksanakan secara jujur, adil dan terbuka.

“Dari pelaksanaan ini semoga tidak ada permasalahan, bisa berjalan aman, lancar dan kondusif. Jadi, yang menang tidak bereuforia berlebihan, yang kalah bisa legawa. Karena semuanya sudah ditakdirkan dan ditentukan oleh Allah SWT,” tutup Yoyok. (dic/*)

Mobile_AP_Rectangle 1

TIRIS, Radar Bromo – Enam puluh dua desa di 21 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021, Minggu (2/5). Kecamatan Tiris salah satunya. Pesta demokrasi di tingkat desa itu diikuti oleh 5 desa. Ada 22 orang calon kepala desa yang berkontestasi, dengan 15.636 orang pemilih dan menggunakan hak suaranya di 46 TPS.

BILIK SUARA: Dua Pemilih suara menunjukan surat suara yang baru dicoblosnya, di bilik suara. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Lima desa di Kecamatan Tiris yang melaksanakan Pilkades serentak di antaranya, Desa Racek dengan 3 calon; Desa Pesawahan 5 Calon; Desa Wedusan 4 Calon; Desa Tlogosari 5 calon serta Desa Tulupari 5 calon.

Mobile_AP_Half Page

Selama pemungutan suara yang dilaksanakan di tiap TPS di masing-masing desa, diamankan personel Polri, TNI, Satpol PP, Linmas. Tenaga kesehatan turut dilibatkan, untuk menjamin keamanan dan menjaga Prokes pelaksanaan proses pemungutan suara hingga selesainya penghitungan suara.

Pihak panitia Pilkades juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai menyiapkan tempat cuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, serta dilakukan pengukuran suhu tubuh pada pemilih Semuanya dilakukan karena pilkades dilaksanakan dalam masa pandemi.

Di Desa Racek, tepatnya di TPS 11 Kantor Desa Racek, dijadikan TPS percontohan di Kecamatan Tiris dengan 345 pemilih. Pelaksanaan coblosan pilkades dimulai pukul 07.00 dan disambut antusias warga. Di sela pencoblosan juga dilakukan video teleconference melalui zoom meeting dari Pendopo Kabupaten oleh Bupati Probolinggo P Tantriana Sari, untuk memantau pelaksanaan berjalannya Pilkades secara langsung di lokasi TPS.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Racek Mulyono, mengatakan pelaksanaan Pilkades di masa pandemi, tidak hanya pelaksanaannya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun kehadiran pemilih di TPS pun diatur dengan jam-jam tertentu, supaya menghindari kerumunan massa.

“Sebelum memasuki TPS, protokol kesehatan wajib dilaksanakan. Pemilih majib bermasker, mencuci tangan. Para pemilih juga diwajibkan memakai kaus tangan plastik yang sudah disiapkan oleh panitia. “Jika lengkap, barulah diizinkan menyalurkan aspirasi suaranya di bilik suara,” kata Mulyono.

HITUNG: Panitia PPS di TPS 11 Desa Racek, melakukan penghitungan surat suara dan disaksikan oleh para saksi dari ketiga calon kepala desa. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Camat Kecamatan Tiris Imron Rosyidi, melalui Sekretaris Kecamatan Yoyok Hadianto, mengatakan, pelaksanaan Pilkades tahun 2021, merupakan Pilkades serentak tahap pertama yang dilaksanakan di masa pandemi. Semuanya dijadikan catatan untuk bahan evaluasi. Karena masih ada pilkades tahap kedua di 252 desa di Kabupaten Probolinggo.

“Tahapan pilkades tahap pertama tahun 2021 di lima desa di Kecamatan Tiris ini, sebagai acuan bahan evaluasi kami, untuk Pilkades tahap kedua nanti. Di tahap kedua nanti, akan diikuti oleh 11 desa di Kecamatan Tiris,” ujarnya.

Yoyok Hadiyanto selaku Sekretaris Kecamatan Tiris menambahkan, Pemerintah Kecamatan Tiris berharap, siapapun yang terpilih menjadi kepala desa bisa menjalankan amanahnya dengan baik. Pun bagi mereka yang belum berhasil, bisa legawa menerima hasil pemilihan yang dilaksanakan secara jujur, adil dan terbuka.

“Dari pelaksanaan ini semoga tidak ada permasalahan, bisa berjalan aman, lancar dan kondusif. Jadi, yang menang tidak bereuforia berlebihan, yang kalah bisa legawa. Karena semuanya sudah ditakdirkan dan ditentukan oleh Allah SWT,” tutup Yoyok. (dic/*)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2