alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Mabuk lalu Buat Onar, Pria Ini Tewas Tertusuk Pisau Sendiri

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KREJENGAN, Radar Bromo – Tragedi berdarah terjadi di Dusun Asem, Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan. Minggu (2/5) dini hari, warga dikejutkan dengan dua pria yang terlibat duel. Satu di antaranya bahkan harus meregang nyawa akibat terkena tusukan pisau. Ironisnya, dia tertusuk pisau yang dibawanya sendiri.

Pria yang tewas itu adalah Ainul, 37. Di status kependudukannya, Ainum adalah warga Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Namun asal Ainul dari Desa Temenggungan, Krejengan.

Minggu dini hari itu, Ainul diduga baru menenggak miras saat pulang ke Temenggungan. Dia begitu emosi karena mendapat kabar, istrinya yang ada di Lumajang, ada main dengan Sigit Pamungkas, 40. Nah, Sigit sejatinya masih tetangga Ainul di Desa Temenggungan. Bahkan kabarnya, Sigit dan Ainul masih ada hubungan saudara.

Sekitar pukul 03.15, Ainul yang terpengaruh minuman keras, datang sembari marah-marah. Tidak hanya itu, Ainul juga melakukan perusakan ke beberapa fasilitas milik warga.

Mulanya korban melakukan perbuatan perusakan di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, tepatnya di rumah Bawon. Korban merusak 3 ban mobil milik Bawon. Desa Kregenan sendiri, berbatasan dengan Desa Temenggungan.

MEREGANG NYAWA: Ainul yang tewas akibat kehabisan darah. Inset: Senjata tajam berupa celurit dan pisau serta pentungan besi yang dibawa Ainul. (Foto: Polsek Krejengan for Jawa Pos Radar Bromo)

Setelah merusak mobil, Ainul berjalan ke selatan menuju Desa Temenggungan, tepatnya di rumah Sutamin. Di sana, korban sempat memecahkan dua lampu di 2 rumah. Selain itu korban juga merusak dan dinding rumah dan memotong 10 buah kelapa muda milik Sutamin.

Perbuatan korban berlanjut menuju rumah Asim, untuk mencari Sigit. Nama terakhir yang disebut anak kandung dari Asim. Kebetulan Sigit memang masih satu rumah dengan Asim.

Saat datang ke rumah Asim, Ainul sejatinya membawa sebilah pisau, celurit dan pentungan besi. Namun saat melakukan perusakan di rumah Asim, celurit lebih dahulu diamankan oleh warga. Hanya tertinggal pisau dan pentungan besi.

Di rumah Asim, korban juga merusak lampu depan rumah. Nah, saat melakukan perusakan tersebut, Sigit terbangun dan membuka pintu rumahnya. “Saat membuka pintu itulah, Ainul langsung menusukkan pisau yang dibawanya, ke Sigit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Krejengan Bripka Fajar.

Ketika hendak menusuk, Sigit rupanya sudah mengantisipasi dan menghindar. Sehingga penusukan gagal. Sigit lalu memegang tangan Ainul, dan membawanya ke depan rumahnya. Rumah Ainul dan Sigit, hanya berjarak 20 meter. Di sana, duel antara Ainul dan Sigit, kembali terjadi.

Tapi Ainul yang terpengaruh miras, kalah fisik. Sigit berhasil membenturkan kepalanya berkali-kali. “Saat di luar rumah korban membenturkan kepala, Ainul dan Sigit terjatuh. Begitupun pisau dan dan pentungan besi, juga terlepas dari genggaman Ainul,” ujarnya.

Setelah terlepas dari genggaman korban, Sigit menusukkan pisau ke tubuh Ainul. Tak lama kemudian korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Tersangka menusuk korban di bagian perut, tepatnya di bawah rusuk sebanyak 2 kali. Sigit sempat dipegang oleh bapaknya, dan pisau sempat dipegang oleh bapaknya juga. Usai menusuk, Sigit pulang ke rumahnya. Di waktu bersamaan tersangka melihat korban ditolong oleh kakak kandungnya, yakni Leman, dan korban sempat dibawa ke rumah warga dari TKP,” ujarnya.

Usai insiden tersebut, polisi datang ke lokasi. Sigit berhasil diamankan. Penyelidikan juga dilakukan. Sejauh ini motif insiden, ditengarai lantaran Ainul terpengaruh miras.

Polisi juga sudah menggali data, dan diketahui bahwa Ainul dikenal sering membuat onar dan melakukan perusakan terhadap fasilitas warga sekitar. Ainul juga temperamen dan sering melakukan penganiayaan. Polisi juga mendalami adanya isu istri Ainul, ada main dengan Sigit.

“Korban sering membuat onar dengan pesta miras dan pil di rumahnya. Untuk motif ada main dengan istri Ainul, ini baru satu versi. Namun info tersebut (selingkuh, Red) tidak ada, keterangan itu keluar lantaran pengaruh miras tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ainul meninggal lantaran kehabisan darah. Visum luar sudah dilakukan oleh pihak kesehatan di mana jasad korban dibawa menuju RSUD Waluyo Jati Kraksaan. “Namun kami menunggu hasil dari dokter untuk membuat kesimpulan,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KREJENGAN, Radar Bromo – Tragedi berdarah terjadi di Dusun Asem, Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan. Minggu (2/5) dini hari, warga dikejutkan dengan dua pria yang terlibat duel. Satu di antaranya bahkan harus meregang nyawa akibat terkena tusukan pisau. Ironisnya, dia tertusuk pisau yang dibawanya sendiri.

Pria yang tewas itu adalah Ainul, 37. Di status kependudukannya, Ainum adalah warga Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Namun asal Ainul dari Desa Temenggungan, Krejengan.

Minggu dini hari itu, Ainul diduga baru menenggak miras saat pulang ke Temenggungan. Dia begitu emosi karena mendapat kabar, istrinya yang ada di Lumajang, ada main dengan Sigit Pamungkas, 40. Nah, Sigit sejatinya masih tetangga Ainul di Desa Temenggungan. Bahkan kabarnya, Sigit dan Ainul masih ada hubungan saudara.

Mobile_AP_Half Page

Sekitar pukul 03.15, Ainul yang terpengaruh minuman keras, datang sembari marah-marah. Tidak hanya itu, Ainul juga melakukan perusakan ke beberapa fasilitas milik warga.

Mulanya korban melakukan perbuatan perusakan di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, tepatnya di rumah Bawon. Korban merusak 3 ban mobil milik Bawon. Desa Kregenan sendiri, berbatasan dengan Desa Temenggungan.

MEREGANG NYAWA: Ainul yang tewas akibat kehabisan darah. Inset: Senjata tajam berupa celurit dan pisau serta pentungan besi yang dibawa Ainul. (Foto: Polsek Krejengan for Jawa Pos Radar Bromo)

Setelah merusak mobil, Ainul berjalan ke selatan menuju Desa Temenggungan, tepatnya di rumah Sutamin. Di sana, korban sempat memecahkan dua lampu di 2 rumah. Selain itu korban juga merusak dan dinding rumah dan memotong 10 buah kelapa muda milik Sutamin.

Perbuatan korban berlanjut menuju rumah Asim, untuk mencari Sigit. Nama terakhir yang disebut anak kandung dari Asim. Kebetulan Sigit memang masih satu rumah dengan Asim.

Saat datang ke rumah Asim, Ainul sejatinya membawa sebilah pisau, celurit dan pentungan besi. Namun saat melakukan perusakan di rumah Asim, celurit lebih dahulu diamankan oleh warga. Hanya tertinggal pisau dan pentungan besi.

Di rumah Asim, korban juga merusak lampu depan rumah. Nah, saat melakukan perusakan tersebut, Sigit terbangun dan membuka pintu rumahnya. “Saat membuka pintu itulah, Ainul langsung menusukkan pisau yang dibawanya, ke Sigit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Krejengan Bripka Fajar.

Ketika hendak menusuk, Sigit rupanya sudah mengantisipasi dan menghindar. Sehingga penusukan gagal. Sigit lalu memegang tangan Ainul, dan membawanya ke depan rumahnya. Rumah Ainul dan Sigit, hanya berjarak 20 meter. Di sana, duel antara Ainul dan Sigit, kembali terjadi.

Tapi Ainul yang terpengaruh miras, kalah fisik. Sigit berhasil membenturkan kepalanya berkali-kali. “Saat di luar rumah korban membenturkan kepala, Ainul dan Sigit terjatuh. Begitupun pisau dan dan pentungan besi, juga terlepas dari genggaman Ainul,” ujarnya.

Setelah terlepas dari genggaman korban, Sigit menusukkan pisau ke tubuh Ainul. Tak lama kemudian korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Tersangka menusuk korban di bagian perut, tepatnya di bawah rusuk sebanyak 2 kali. Sigit sempat dipegang oleh bapaknya, dan pisau sempat dipegang oleh bapaknya juga. Usai menusuk, Sigit pulang ke rumahnya. Di waktu bersamaan tersangka melihat korban ditolong oleh kakak kandungnya, yakni Leman, dan korban sempat dibawa ke rumah warga dari TKP,” ujarnya.

Usai insiden tersebut, polisi datang ke lokasi. Sigit berhasil diamankan. Penyelidikan juga dilakukan. Sejauh ini motif insiden, ditengarai lantaran Ainul terpengaruh miras.

Polisi juga sudah menggali data, dan diketahui bahwa Ainul dikenal sering membuat onar dan melakukan perusakan terhadap fasilitas warga sekitar. Ainul juga temperamen dan sering melakukan penganiayaan. Polisi juga mendalami adanya isu istri Ainul, ada main dengan Sigit.

“Korban sering membuat onar dengan pesta miras dan pil di rumahnya. Untuk motif ada main dengan istri Ainul, ini baru satu versi. Namun info tersebut (selingkuh, Red) tidak ada, keterangan itu keluar lantaran pengaruh miras tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ainul meninggal lantaran kehabisan darah. Visum luar sudah dilakukan oleh pihak kesehatan di mana jasad korban dibawa menuju RSUD Waluyo Jati Kraksaan. “Namun kami menunggu hasil dari dokter untuk membuat kesimpulan,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2