Ratusan Napi Bebas Lebih Awal untuk Cegah Korona, Ini Langkah Pemda

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Pembebasan narapidana (napi) dengan program asimilasi untuk mencegah penyebaran korona dinilai bisa memicu persoalan baru di masyarakat. Maklum, mereka yang keluar dari penjara, dimungkinkan belum memiliki pekerjaan tetap.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menyampaikan, masih merumuskan formula untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia menyadari, napi yang baru bebas perlu mendapatkan support banyak hal. Sehingga, benar-benar bisa diterima di masyarakat.

Termasuk pula sarana dalam mencari pendapatan. “Ini yang memang harus disikapi. Dan sekarang, kami masih merumuskan. Bagaimana caranya agar napi yang mendapatkan program asimilasi bisa diterima dan menjalani kehidupan di tengah-tengah masyarakat dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Probolinggo mengaku masih mengkaji program bantuan terhadap napi yang mendapat asimilasi atau warga binaan pemasyarakatan (WBN). Jika memang memenuhi persyaratan, maka mereka juga bisa mendapatkan bantuan sosial yang tengah disiapkan pemkab untuk keluarga kurang mampu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono menjelaskan, pemkab saat ini tengah mengkaji bantuan terhadap warga binaan yang dirumahkan lantaran adanya pandemi korona.  “Masih kami kaji. Selama ini masih belum ada pembicaraan mengenai pemberian bantuan bagi mereka,” katanya saat dikonfirmasi.

Kajian tersebut dilakukan bersamaan dengan pendataan warga Kabupaten Probolinggo yang tergolong tidak mampu. Mereka ini akan mendapat bantuan sembako karena secara ekonomi terdampak pandemi korona.

“Jika memang nanti mereka (WBN) masuk kategori tidak mampu, maka bisa dimasukan dalam program bantuan sosial ini,” terangnya.

Meski demikian, sinergi dalam penanganan pemulangan WBN ini belum dilakukan. Menurut sekda, pihaknya belum berkoordinasi dengan pihak rutan. Integrasi program antara pemda dengan provinsi pun belum ada.

“Belum ada. Karena itu kami akan membicarakan bersama OPD. Sehingga, kajiannya nanti dibuat,” tandasnya.

Ia menekankan, bantuan sosial yang akan diberikan hanya kepada warga yang kurang mampu. Terutama, bagi mereka yang terdampak secara langsung oleh virus korona secara ekonomi. Seperti pelaku usaha di sektor wisata, tukang becak, ojek, dan lain sebagainya.

“Saat ini masih kami lakukan pendataan. Ini anggarannya menggunakan dana APBD untuk penanganan Covid-19,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati, Kamis (2/4) siang. Menurutnya, Pemkot belum bisa memberikan jaminan pada napi yang bebas secara asimilasi. Sampai saat ini menurutnya, belum ada pembahasan tentang hal tersebut.

Sekda menjelaskan, saat ini keadaan ekonomi global sedang turun akibat pandemik virus korona. Bahkan, Pemkot Probolinggo masih berupaya menggandeng sejumlah perusahaan agar dana CRS yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk membantu warga yang terdampak korona. Termasuk untuk membuat APD bagi tenaga medis.

Hanya saja, untuk napi yang bebas, Ninik mengaku masih belum mendiskusikan hal tersebut. Mengingat, saat ini pemkot juga sedang disibukkan dengan agenda penanganan lainnya. “Belum kami diskusikan ya,” singkat Ninik, panggilannya.

Di sisi lain, Plt Kalapas IIB Probolinggo Mali Jumali menyebut, sejumlah napi sebelumnya sudah dibekali dengan keterampilan. Bahkan, sejumlah pembinaan juga telah dilakukan. Mulai dari membatik, membuat kerajinan, menjahit, ngelas, dan juga keterampilan lainnya.

Paling tidak dengan bekal keterampilan yang diberikan, menurutnya, para napi tersebut bisa bekerja sesuai dengan keterampilanya. “Harapannya, mereka bisa membaur dengan baik di masyarakat,” bebernya.

Lebih lagi, lanjut Mali, napi yang dirumahkan ini sebelumnya sudah teruji. Mereka sudah memiliki SK atau surat jalan bebas, serta aktif mengikuti segala kegiatan di lapas.

“Dengan selalu aktif mengikuti setiap kegiatan di lapas, maka menjadi penilaian positif tersendiri. Oleh karenanya, mereka masuk sebagai kategori napi yang dirumahkan tersebut,” pungkas Mali. (one/rpd/sid/hn)