8.199 KK Ikuti Sensus Selama Sebulan, Dampak Korona Sensus Online Diperpanjang

KADEMANGAN, Radar BromoBadan Pusat Statistik (BPS) RI memutuskan memperpanjang pelaksanaan sensus penduduk online 2020 sampai 29 Mei 2020. Perpanjangan ini dilakukan karena terjadinya penyebaran wabah virus korona.

Kepala BPS Kota Probolinggo Adenan mengatakan, perpanjangan ini mengikuti surat edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait merebaknya virus korona. “Awalnya dimulai 15 Februari sampai 31 Maret dilakukan sensus online, tapi diperpanjang sampai 29 Mei 2020. Sampai 31 Maret 2020, total ada 8.199 kepala keluarga (KK) yang telah mengikuti sensus,” ujarnya.

Ribuan KK ini berstatus penduduk de facto yang bertempat tinggal di Kota Probolinggo. Mereka yang mengikuti sensus ini bertempat tinggal di Kota Probolinggo, namun ada yang memiliki KK di luar Kota Probolinggo. Sedangkan, jumlah warga yang mengikuti sensus online sampai 31 Maret mencapai 29.760 jiwa.

“Jadi tidak bisa dipersentasikan dari data KK Dispendukcapil Kota probolinggo,” ujarnya saat disinggung persentase warga yang telah mengikuti sensus online.

Dengan diperpanjangnya sensus penduduk online, sensus penduduk yang dilakukan secara manual juga akan mundur. Rencana tahapan untuk sensus penduduk manual akan dilakukan mulai 1 Juni sampai 30 Juni 2020. “Mundur sampai 1 September-30 September, jika wabah korona ini sudah selesai. Jika belum, maka menunggu instruksi lebih lanjut,” ujarnya.

Adenan berharap dengan diperpanjangnya masa sensus penduduk online, masyarakat bisa lebih banyak mengikuti sensus online untuk mengurangi interaksi dengan petugas jika dilakukan secara manual. “Cara sensus penduduk online ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk melakukan physical distansing. Proses sensus dilakukan melalui aplikasi, sehingga mengurangi interaksi antarmanusia,” ujarnya. (put/rud/fun)