alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pemkot Probolinggo Kaji Ulang Kembalikan Fungsi Trotoar-Drainase

MAYANGAN, Radar Bromo – Banyaknya jalan perkotaan yang sering tergenang ketika hujan, menjadi atensi Pemkot Probolinggo. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo berniat mengkaji ulang keberadaan trotoar dan drainase di tengah kota.

Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Tartib Goenawan mengatakan, Wali kota Probolinggo menginginkan drainase dan trotoar ditata ulang. Sebab, saat hujan deras jalan di tengah kota, seperti Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Pahlawan, sering tergenang.

Karena itu, pihaknya berniat mengkaji ulang keberadaan drainase dan trotoar. Karena, selama ini diperkirakan drainase dan trotoar kurang maksimal. Apalagi, peruntukannya juga tidak sesuai fungsinya.

“Banjir yang terjadi di Kota Probolinggo menunjukkan drainase tidak menyerap dengan baik. Belum lagi trotoar yang seharusnya untuk pedestrian, malah digunakan untuk berjualan,” ujarnya.

Tartib menjelaskan, kajian ini akan melibatkan banyak pihak. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) hingga Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP). Untuk tahap awal, yang akan ditata ulang adalah trotoar dan drainase mulai dari Perempatan Pilang hingga Pasar Gotong Royong.

MAYANGAN, Radar Bromo – Banyaknya jalan perkotaan yang sering tergenang ketika hujan, menjadi atensi Pemkot Probolinggo. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo berniat mengkaji ulang keberadaan trotoar dan drainase di tengah kota.

Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Tartib Goenawan mengatakan, Wali kota Probolinggo menginginkan drainase dan trotoar ditata ulang. Sebab, saat hujan deras jalan di tengah kota, seperti Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Pahlawan, sering tergenang.

Karena itu, pihaknya berniat mengkaji ulang keberadaan drainase dan trotoar. Karena, selama ini diperkirakan drainase dan trotoar kurang maksimal. Apalagi, peruntukannya juga tidak sesuai fungsinya.

“Banjir yang terjadi di Kota Probolinggo menunjukkan drainase tidak menyerap dengan baik. Belum lagi trotoar yang seharusnya untuk pedestrian, malah digunakan untuk berjualan,” ujarnya.

Tartib menjelaskan, kajian ini akan melibatkan banyak pihak. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) hingga Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP). Untuk tahap awal, yang akan ditata ulang adalah trotoar dan drainase mulai dari Perempatan Pilang hingga Pasar Gotong Royong.

MOST READ

BERITA TERBARU

/