alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Dapur Rumah Warga Dringu Terbakar saat Banjir Gara-gara Bensin Kesenggol

DRINGU, Radar Bromo– Hati-hati saat menyalakan lilin, meskipun dalam kondisi hujan, apalagi banjir. Sebab jika lalai sedikit, bisa saja menjadi penyebab kebakaran. Ini seperti yang terjadi di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu. Rabu (2/3) malam saat banjir menerjang, terjadi kebakaran.

Api melalap dapur milik Sutoyo, 55, warga Dusun Satreyan di desa setempat. Api  nyaris membuat ludes dapur miliknya. Kebakaran juga tak sampai menimbulkan korban jiwa. Tapi salah satu penghuni rumah mengalami luka bakar.

Informasinya kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00. Saat itu kondisi sekitar sedang dikepung banjir. Lingkungan sekitar gelap gulita akibat pemadaman arus listrik. Karenanya, pemilik menyalakan sebuah lilin dan ditempatkan pada dapur. Setelah lingkungan agak terang pemilik rumah melakukan evakuasi barang-barang di rumah. Serta mengeluarkan air yang masuk ke dalam rumah.

Saat melakukan evakuasi, tak disangka salah seorang keluarganya yang juga melakukan aktivitas yang sama, tak sengaja nyenggol botol berisi bensin yang sebelumnya dibeli Sutoyo untuk bahan bakar motornya. Botol terjatuh dan bensin keluar.

Nah, bensin tersebut letaknya berada dekat lilin yang sebelumnya sudah dinyalakan. Tak pelak bensin terbakar. Api cepat merambat ke sisi lain dapur sehingga api semakin membesar. Sutoyo bergegas menghubungi pemadam kebakaran Kabupaten Probolinggo.

“Kami mendapatkan informasi kebakaran pada pukul 19.00. Kami lalu datang ke lokasi dengan sebuah mobil damkar dengan 4 personel,” ujar Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, Sholehuddin.

Sesampainya di lokasi, rupanya akses jalan terhambat oleh banjir. Tidak hanya itu jalan menuju rumah yang dilaporkan cukup sempit. Sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau lokasi. Akhirnya pemadaman dilakukan secara manual.

“Saat terjadi kebakaran warga setempat begitu kompak bahu-membahu memadamkan api di tengah banjir. Akhirnya api pun bisa dipadamkan selang 30 menit kemudian. Selanjutnya pemadam kebakaran melakukan pembasahan di titik api,” jelasnya.

Sholehuddin menjelaskan, dalam kejadian ini ada satu keluarga pemilik yakni Titin, mengalami luka bakar pada di bagian tangan. Sehingga langsung dilakukan pengobatan. Sementara kerugian materiil akibat kebakaran ini mencapai Rp 25 juta. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo– Hati-hati saat menyalakan lilin, meskipun dalam kondisi hujan, apalagi banjir. Sebab jika lalai sedikit, bisa saja menjadi penyebab kebakaran. Ini seperti yang terjadi di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu. Rabu (2/3) malam saat banjir menerjang, terjadi kebakaran.

Api melalap dapur milik Sutoyo, 55, warga Dusun Satreyan di desa setempat. Api  nyaris membuat ludes dapur miliknya. Kebakaran juga tak sampai menimbulkan korban jiwa. Tapi salah satu penghuni rumah mengalami luka bakar.

Informasinya kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00. Saat itu kondisi sekitar sedang dikepung banjir. Lingkungan sekitar gelap gulita akibat pemadaman arus listrik. Karenanya, pemilik menyalakan sebuah lilin dan ditempatkan pada dapur. Setelah lingkungan agak terang pemilik rumah melakukan evakuasi barang-barang di rumah. Serta mengeluarkan air yang masuk ke dalam rumah.

Saat melakukan evakuasi, tak disangka salah seorang keluarganya yang juga melakukan aktivitas yang sama, tak sengaja nyenggol botol berisi bensin yang sebelumnya dibeli Sutoyo untuk bahan bakar motornya. Botol terjatuh dan bensin keluar.

Nah, bensin tersebut letaknya berada dekat lilin yang sebelumnya sudah dinyalakan. Tak pelak bensin terbakar. Api cepat merambat ke sisi lain dapur sehingga api semakin membesar. Sutoyo bergegas menghubungi pemadam kebakaran Kabupaten Probolinggo.

“Kami mendapatkan informasi kebakaran pada pukul 19.00. Kami lalu datang ke lokasi dengan sebuah mobil damkar dengan 4 personel,” ujar Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, Sholehuddin.

Sesampainya di lokasi, rupanya akses jalan terhambat oleh banjir. Tidak hanya itu jalan menuju rumah yang dilaporkan cukup sempit. Sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau lokasi. Akhirnya pemadaman dilakukan secara manual.

“Saat terjadi kebakaran warga setempat begitu kompak bahu-membahu memadamkan api di tengah banjir. Akhirnya api pun bisa dipadamkan selang 30 menit kemudian. Selanjutnya pemadam kebakaran melakukan pembasahan di titik api,” jelasnya.

Sholehuddin menjelaskan, dalam kejadian ini ada satu keluarga pemilik yakni Titin, mengalami luka bakar pada di bagian tangan. Sehingga langsung dilakukan pengobatan. Sementara kerugian materiil akibat kebakaran ini mencapai Rp 25 juta. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/