alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Usulkan Pasang Filter Sampah di Sungai Legundi Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

WONOASIH, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo mengusulkan agar sungai Legundi dipasang screen atau filter. Tujuannya, screen bisa menyaring material banjir yang masuk ke aliran sungai Legundi.

Usulan itu disampaikan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pada UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA WS) Welang Pakelan di Pasuruan, kemarin (2/3). “Kami mengajak UPT PSDA WS Welang-Pekalen Pasuruan untuk melihat kondisi sungai legundi. Karena di sini masuk wilayahnya Provinsi Jawa Timur. Kami mengusulkan agar di sungai Legundi dipasang screen,” ujarnya.

Habib Hadi –panggilannya- mengusulkan agar screen dipasang di dekat jembatan Grajakan, Blok Darungan, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih. Pemasangan screen dilakukan bersamaan dengan normalisasi sungai Legundi.

“Sehingga bisa meminimalisasi dampak banjir dari daerah atas. Terutama material-material seperti ranting pohon dan bambu yang masuk ke area kota. Saat banjir kemarin material kayu ini tersangkut di jembatan. Sehingga air meluap ke permukiman warga,” terangnya.

Screen itu sendiri, menurut politisi PKB ini, bentuknya berupa tiang pancang beton. Dengan adanya screen, saat banjir material akan tersangkut di screen ini.

“Tentunya nanti kami akan bantu untuk mengangkut material banjir yang tersangkut di screen ini,” terangnya.

Setelah banjir di wilayah selatan kota Jumat sore, menurut Habib Hadi, banyak sampah yang tersapu air ke wilayah kota. Sampah ini kemudian tersangkut di sejumlah jembatan yang ada di Jalan Prof Hamka.

“Mulai dari jembatan SMP 6, jembatan sebelah timurnya lagi, sampai gang Apukat. Sampah-sampah itu diangkut oleh 14 truk ke TPA,” terangnya.

Karena itu, dia berharap usulan pemasangan screen itu bisa secepatnya direalisasikan.“Kami tidak ingin menunggu banjir lagi, lakukan secepatnya. Jadi tahun-tahun ke depan bisa meminimalisasi dampak,” terangnya.

Kepala UPT PSDA WS Welang Pekalen di Pasuruan Novita Andrianie membenarkan usulan pembuatan saringan filter di jembatan Grajakan. Pihaknya berencana untuk mengoordinasikan hal itu dengan instansi terkait.

“Akan kami segera buatkan filter di jembatan Grajakan. Nanti kami koordinasikan dengan Pak Asep (Kabid Pengairan di Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo). Kami juga akan inventarisasi dan pantau bantaran sungai di kanan dan kirinya,” terangnya.

 

Akan Normalisasi Sungai

Di sisi lain, Kepala UPT PSDA WS Welang Pekalen Novita Andrianie menjelaskan, banjir yang terjadi di Kota dan Kabupaten Probolinggo disebabkan oleh banyak faktor. Bukan hanya satu penyebab.

“Kalau penyebabnya kompleks. Selain karena sungai harus dinormalisasi, juga masalah sampah. Baik sampah domestik maupun pohon-pohon,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, juga banyak lahan kritis di daerah hulu sungai. Sementara tupoksi pihaknya hanya fokus pada normalisasi sungai.

Novita menjelaskan, normalisasi sungai yang efektif adalah menggunakan alat berat. “Kami memiliki alat berat. Namun untuk tahun 2021 ini kami fokuskan di Pasuruan yaitu di Sungai Rejoso,” terangnya.

Sedangkan untuk Kota Probolinggo, UPT PSDA WS Welang Pekalen akan bekerja sama dengan Dinas PUPR Perkim Kota untuk melakukan normalisasi. Karena itu, pihaknya akan melakukan MoU atau kerja sama dengan pemkot.

“Kami akan melakukan MoU dengan Pemkot Probolinggo yang intinya adalah sharing dalam penanganan normalisasi sungai. Pemkot menyediakan alat berat dan kami menyediakan anggaran untuk bahan bakar dan pelaksanaannya,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Terutama untuk rencana jangka pendek penanganan banjir di daerah aliran sungai Legundi.

“Kami akan melakukan MoU dengan UPT PSDA WS Welang Pekalen untuk normalisasi sungai,” terangnya. (put/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOASIH, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo mengusulkan agar sungai Legundi dipasang screen atau filter. Tujuannya, screen bisa menyaring material banjir yang masuk ke aliran sungai Legundi.

Usulan itu disampaikan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pada UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA WS) Welang Pakelan di Pasuruan, kemarin (2/3). “Kami mengajak UPT PSDA WS Welang-Pekalen Pasuruan untuk melihat kondisi sungai legundi. Karena di sini masuk wilayahnya Provinsi Jawa Timur. Kami mengusulkan agar di sungai Legundi dipasang screen,” ujarnya.

Habib Hadi –panggilannya- mengusulkan agar screen dipasang di dekat jembatan Grajakan, Blok Darungan, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih. Pemasangan screen dilakukan bersamaan dengan normalisasi sungai Legundi.

Mobile_AP_Half Page

“Sehingga bisa meminimalisasi dampak banjir dari daerah atas. Terutama material-material seperti ranting pohon dan bambu yang masuk ke area kota. Saat banjir kemarin material kayu ini tersangkut di jembatan. Sehingga air meluap ke permukiman warga,” terangnya.

Screen itu sendiri, menurut politisi PKB ini, bentuknya berupa tiang pancang beton. Dengan adanya screen, saat banjir material akan tersangkut di screen ini.

“Tentunya nanti kami akan bantu untuk mengangkut material banjir yang tersangkut di screen ini,” terangnya.

Setelah banjir di wilayah selatan kota Jumat sore, menurut Habib Hadi, banyak sampah yang tersapu air ke wilayah kota. Sampah ini kemudian tersangkut di sejumlah jembatan yang ada di Jalan Prof Hamka.

“Mulai dari jembatan SMP 6, jembatan sebelah timurnya lagi, sampai gang Apukat. Sampah-sampah itu diangkut oleh 14 truk ke TPA,” terangnya.

Karena itu, dia berharap usulan pemasangan screen itu bisa secepatnya direalisasikan.“Kami tidak ingin menunggu banjir lagi, lakukan secepatnya. Jadi tahun-tahun ke depan bisa meminimalisasi dampak,” terangnya.

Kepala UPT PSDA WS Welang Pekalen di Pasuruan Novita Andrianie membenarkan usulan pembuatan saringan filter di jembatan Grajakan. Pihaknya berencana untuk mengoordinasikan hal itu dengan instansi terkait.

“Akan kami segera buatkan filter di jembatan Grajakan. Nanti kami koordinasikan dengan Pak Asep (Kabid Pengairan di Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo). Kami juga akan inventarisasi dan pantau bantaran sungai di kanan dan kirinya,” terangnya.

 

Akan Normalisasi Sungai

Di sisi lain, Kepala UPT PSDA WS Welang Pekalen Novita Andrianie menjelaskan, banjir yang terjadi di Kota dan Kabupaten Probolinggo disebabkan oleh banyak faktor. Bukan hanya satu penyebab.

“Kalau penyebabnya kompleks. Selain karena sungai harus dinormalisasi, juga masalah sampah. Baik sampah domestik maupun pohon-pohon,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, juga banyak lahan kritis di daerah hulu sungai. Sementara tupoksi pihaknya hanya fokus pada normalisasi sungai.

Novita menjelaskan, normalisasi sungai yang efektif adalah menggunakan alat berat. “Kami memiliki alat berat. Namun untuk tahun 2021 ini kami fokuskan di Pasuruan yaitu di Sungai Rejoso,” terangnya.

Sedangkan untuk Kota Probolinggo, UPT PSDA WS Welang Pekalen akan bekerja sama dengan Dinas PUPR Perkim Kota untuk melakukan normalisasi. Karena itu, pihaknya akan melakukan MoU atau kerja sama dengan pemkot.

“Kami akan melakukan MoU dengan Pemkot Probolinggo yang intinya adalah sharing dalam penanganan normalisasi sungai. Pemkot menyediakan alat berat dan kami menyediakan anggaran untuk bahan bakar dan pelaksanaannya,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Terutama untuk rencana jangka pendek penanganan banjir di daerah aliran sungai Legundi.

“Kami akan melakukan MoU dengan UPT PSDA WS Welang Pekalen untuk normalisasi sungai,” terangnya. (put/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2