alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

NU CARE-LAZISNU Kota Probolinggo Khitan 120 Anak

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PROBOLINGGO,Radar Bromo – Beragam aksi kemanusiaan digelar serentak di 98 titik se-Indonesia dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-98, termasuk PC NU Kota Probolinggo. Melalui NU Care-Lazisnu, PC NU menggelar serangkaian kegiatan.

Di antaranya, penyaluran beasiswa santri binaan Lazisnu (SABILA), penyaluran tunjangan guru dan marbot masjid (TUGU MASJID). Serta, pengobatan masal gratis dan kini giliran khitan masal gratis. Seremonial khitan masal ini digelar di Klinik NU Kota Probolinggo, Minggu (28/2).

Karena berlangsung pada masa pandemi Covid-19, kegiatan digelar terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan. Dari peserta sekitar 120 anak, hanya 10 peserta yang dikhitan saat itu. Sisanya dilaksanakan secara estafet selama 3 bulan. Khitanan ini dilakukan seminggu dua kali, setiap Selasa dan Sabtu di Klinik NU Kota Probolinggo.

“Awalnya target kami 98 peserta khitan dari keluarga duafa dan kurang mampu yang bakal dikhitan. Ternyata, Subhanallah. Peserta khitan mencapai 120 anak,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Khitan Masal Harlah NU ke-98 Kota Probolinggo Akhmad Muzammil.

Direktur NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin Firdaus, S.Th.I mengaku membangun sinergi dengan seluruh Nahdliyin mulai dari pengurus cabang, MWC, hingga ranting. Termasuk semua lembaga di bawah naungan NU dan badan otonom.

“Masing-masing merekomendasikan peserta khitan di wilayahnya dari keluarga duafa dan kurang mampu. Jadi, semua terlibat,” ujarnya.

Sumber dana kegiatan ini sebagian dari Gerakan Sedekah Infaq Tiap Hari (GeSITH) yang digalakkan NU CARE-LAZISNU Kota Probolinggo. Ryadlus Sholihin mengatakan, program GeSITH untuk kemandirian NU sebagaimana arahan PB NU untuk menggalakkan Gerakan Koin Kemandirian NU.

Ia mengatakan, Klinik NU Kota Probolinggo baru resmi beroperasi sejak 1 Februari 2021. NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo bertekad menjadi ujung tombak dalam mengoptimalkan layanan yang dimilikinya. Khitan masal dalam memeriahkan Harlah NU ke-98 tahun ini, Klinik NU menggunakan dua metode khitan. Metode smartcutting (laser) dan super ring.

“Metode super ring memang terkesan baru di mata masyarakat. Padahal, super ring itu anastesi tidak menggunakan jarum suntik, tanpa jahitan, bisa langsung main, berenang, bahkan tanpa harus kontrol. Selain masih belum banyak dikenal, sebagian peserta khitan memang terbiasa memilih metode laser,” ujar Perwakilan Klinik NU, Muhammad Rizwan Muiz. (el/adv)

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO,Radar Bromo – Beragam aksi kemanusiaan digelar serentak di 98 titik se-Indonesia dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-98, termasuk PC NU Kota Probolinggo. Melalui NU Care-Lazisnu, PC NU menggelar serangkaian kegiatan.

Di antaranya, penyaluran beasiswa santri binaan Lazisnu (SABILA), penyaluran tunjangan guru dan marbot masjid (TUGU MASJID). Serta, pengobatan masal gratis dan kini giliran khitan masal gratis. Seremonial khitan masal ini digelar di Klinik NU Kota Probolinggo, Minggu (28/2).

Karena berlangsung pada masa pandemi Covid-19, kegiatan digelar terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan. Dari peserta sekitar 120 anak, hanya 10 peserta yang dikhitan saat itu. Sisanya dilaksanakan secara estafet selama 3 bulan. Khitanan ini dilakukan seminggu dua kali, setiap Selasa dan Sabtu di Klinik NU Kota Probolinggo.

Mobile_AP_Half Page

“Awalnya target kami 98 peserta khitan dari keluarga duafa dan kurang mampu yang bakal dikhitan. Ternyata, Subhanallah. Peserta khitan mencapai 120 anak,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Khitan Masal Harlah NU ke-98 Kota Probolinggo Akhmad Muzammil.

Direktur NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin Firdaus, S.Th.I mengaku membangun sinergi dengan seluruh Nahdliyin mulai dari pengurus cabang, MWC, hingga ranting. Termasuk semua lembaga di bawah naungan NU dan badan otonom.

“Masing-masing merekomendasikan peserta khitan di wilayahnya dari keluarga duafa dan kurang mampu. Jadi, semua terlibat,” ujarnya.

Sumber dana kegiatan ini sebagian dari Gerakan Sedekah Infaq Tiap Hari (GeSITH) yang digalakkan NU CARE-LAZISNU Kota Probolinggo. Ryadlus Sholihin mengatakan, program GeSITH untuk kemandirian NU sebagaimana arahan PB NU untuk menggalakkan Gerakan Koin Kemandirian NU.

Ia mengatakan, Klinik NU Kota Probolinggo baru resmi beroperasi sejak 1 Februari 2021. NU Care-Lazisnu Kota Probolinggo bertekad menjadi ujung tombak dalam mengoptimalkan layanan yang dimilikinya. Khitan masal dalam memeriahkan Harlah NU ke-98 tahun ini, Klinik NU menggunakan dua metode khitan. Metode smartcutting (laser) dan super ring.

“Metode super ring memang terkesan baru di mata masyarakat. Padahal, super ring itu anastesi tidak menggunakan jarum suntik, tanpa jahitan, bisa langsung main, berenang, bahkan tanpa harus kontrol. Selain masih belum banyak dikenal, sebagian peserta khitan memang terbiasa memilih metode laser,” ujar Perwakilan Klinik NU, Muhammad Rizwan Muiz. (el/adv)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2