alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ditanya Pembangunan Pasar Baru, Jawaban Ketua Komisi II Mengejutkan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN,Radar Bromo – Revitaliasi Pasar Baru Kota Probolinggo yang tak kunjung digarap terus menjadi perhatian. Bahkan, ada yang menduga anggarannya yang semula Rp 6 miliar dengan program multiyears dan tersisa Rp 4 miliar, mengalir ke pembangunan rumah sakit baru.

Dugaan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi dalam reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Muzammil Syafi’i di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Selasa (2/3). Pernyataan itu terlontar ketika ada pertanyaan dari warga Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Joko Waluyo, terkait pembangunan Pasar Baru.

Menurut Sibro, pada 2020, Wali Kota bersama DPRD sudah menandatangani perjanjian bersama jika pembangunan Pasar Baru akan dilakukan secara multiyears dengan anggaran Rp 6 miliar. Rp 2 miliar dialokasikan pada 2020 dan Rp 4 miliar sisanya dianggarkan pada 2021.

“Namun faktanya, hingga September (2020) belum dilakukan lelang. Padahal tinggal memasukan berkas atau dokumen dan dilakukan lelang. Namun hingga akhir (2020) tidak ada dokumen yang masuk. Sehingga, anggaran Rp 2 miliar tersebut tidak terpakai dan masuk silpa (sisa lebih penggunaan anggaran),” jelasnya.

Karenanya, Sibro menduga, semua itu sengaja dilakukan agar tidak terjadi lelang. Sehingga, anggaran yang ada tidak terserap dan masuk silpa kemudian akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit. “Dugaan saya seperti itu. Sebab, hemat saya kan hanya tinggal memasukan dokumen agar segera dilakukan lelang. Namun tidak dilakukan hingga batas akhir tahun dan anggarannya tidak terserap,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Sibro, anggaran pembangunan Pasar Baru hanya Rp 4 miliar. “Jika anggarannya Rp 4 miliar, jangan harap pembangunan Pasar Baru semewah yang kita bayangkan,” ujar politisi Nasdem itu.

Namun dugaan ini dibantah oleh Kepala Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Agus Hartadi. Ia menegaskan, dugaan ketua Komisi II itu tidak benar.

Sebab, sejauh ini pembangunan Pasar Baru tetap dianggarkan Rp 6 miliar yang dilakukan dengan multiyears. Yakni, pada 2021-2022. “Tidak seperti itu. Pasar Baru anggaranya tetap Rp 6 miliar. Pengerjaannya tetap multiyears. Sekarang persiapan lelang,” ujarnya. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN,Radar Bromo – Revitaliasi Pasar Baru Kota Probolinggo yang tak kunjung digarap terus menjadi perhatian. Bahkan, ada yang menduga anggarannya yang semula Rp 6 miliar dengan program multiyears dan tersisa Rp 4 miliar, mengalir ke pembangunan rumah sakit baru.

Dugaan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi dalam reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Muzammil Syafi’i di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Selasa (2/3). Pernyataan itu terlontar ketika ada pertanyaan dari warga Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Joko Waluyo, terkait pembangunan Pasar Baru.

Menurut Sibro, pada 2020, Wali Kota bersama DPRD sudah menandatangani perjanjian bersama jika pembangunan Pasar Baru akan dilakukan secara multiyears dengan anggaran Rp 6 miliar. Rp 2 miliar dialokasikan pada 2020 dan Rp 4 miliar sisanya dianggarkan pada 2021.

Mobile_AP_Half Page

“Namun faktanya, hingga September (2020) belum dilakukan lelang. Padahal tinggal memasukan berkas atau dokumen dan dilakukan lelang. Namun hingga akhir (2020) tidak ada dokumen yang masuk. Sehingga, anggaran Rp 2 miliar tersebut tidak terpakai dan masuk silpa (sisa lebih penggunaan anggaran),” jelasnya.

Karenanya, Sibro menduga, semua itu sengaja dilakukan agar tidak terjadi lelang. Sehingga, anggaran yang ada tidak terserap dan masuk silpa kemudian akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit. “Dugaan saya seperti itu. Sebab, hemat saya kan hanya tinggal memasukan dokumen agar segera dilakukan lelang. Namun tidak dilakukan hingga batas akhir tahun dan anggarannya tidak terserap,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Sibro, anggaran pembangunan Pasar Baru hanya Rp 4 miliar. “Jika anggarannya Rp 4 miliar, jangan harap pembangunan Pasar Baru semewah yang kita bayangkan,” ujar politisi Nasdem itu.

Namun dugaan ini dibantah oleh Kepala Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Agus Hartadi. Ia menegaskan, dugaan ketua Komisi II itu tidak benar.

Sebab, sejauh ini pembangunan Pasar Baru tetap dianggarkan Rp 6 miliar yang dilakukan dengan multiyears. Yakni, pada 2021-2022. “Tidak seperti itu. Pasar Baru anggaranya tetap Rp 6 miliar. Pengerjaannya tetap multiyears. Sekarang persiapan lelang,” ujarnya. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2