Imbas Larangan Umrah dari Saudi, Pengurusan Paspor Turun Drastis

DRINGU, Radar Bromo – Kebijakan pemerintah Arab Saudi menangguhkan sementara kegiatan umrah, juga berdampak pada pelayanan kantor Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Kabupaten Probolinggo. Saat ini jumlah pemohon pengurusan paspor di kantor UKK menurun hingga 50 persen.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kursi tempat antrean pengurusan paspor di kantor UKK tampak sepi dan lengang. Baik itu kursi antrean di luar maupun dalam. Kondisi itu tidak seperti biasanya. Di dalam ruangan, hanya tampak dua orang pemohon paspor.

Kepala Kantor UKK Kabupaten Probolinggo M. Syahrul saat dikonfirmasi mengatakan, permohonan pengurusan paspor sepi, tidak seperti hari-hari biasanya. Kondisi itu, dirasakan setelah adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kegiatan umrah, termasuk dari Indonesia.

”Setelah adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi Kamis (27/2), seesokan harinya terasa berdampak. Paling terasa dampaknya hari ini. Jumlah pemohon pengurusan paspor berkurang draktis,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Biasanya, pemohon pengurusan paspor mencapai 60 – 70 orang. Sedangkan kemarin, jumlah pemohon pengurusan paspor hanya sekitar 30 orang. Berkurang separonya.

”Berkurangnya sampai 50 persen. Hari ini saja hanya ada 30 pemohon pengurusan paspor. Padahal, hari-hari biasa ada 60 sampai 70 pemohon. Itu, memang didominasi pengurusan paspor untuk umrah,” terangnya.

Syahrul mengungkapkan, pihaknya siap untuk menerima permohonan pengurusan paspor. Baik itu warga Kabupaten Probolinggo maupun dari luar. Sejak diresmikan 27 November 2019 sampai kemarin, pihaknya sudah mencetak 2.098 paspor.

”Paling dominan memang pengurusan paspor untuk ibadah haji dan umrah. Selebihnya, kepentingan berwisata,” ungkapnya. (mas/hn)