alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Januari 2021, Kota Probolinggo Inflasi Tertinggi Ketiga di Jatim

KADEMANGAN, Radar Bromo – Selama Januari 2021, Kota Probolinggo tercatat mengalami inflasi tertinggi ketiga di Jawa Timur. Tercatat 0,28 persen dan masih di bawah Kota Madiun dan Surabaya.

Namun, berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, banyak komoditas pangan yang masuk 10 besar penyumbang inflasi. Pada Januari 2021, tercatat ada 3 komoditas nonpangan yang ikut menyumbang inflasi.

“Ada 3 komoditas nonpangan yang masuk 10 penyumbang inflasi. Yaitu, kenaikan upah asisten rumah tangga; kenaikan upah tukang nonmandor; dan kenaikan harga emas perhiasan,” ujar Kasi Statistik dan Distribusi BPS Kota Probolinggo Moch Machsus, kemarin (2/2).

Machsus mengatakan, kenaikan upah, baik bagi asisten rumah tangga maupun tukang, bukan disebabkan dampak pandemi korona. “Dari survei kepada kontraktor, kenaikan upah tukang ini karena dari pemerintah ada penyesuaian upah bagi tukang. Kalau untuk ART (asisten rumah tangga) ini karena nilai tawar ART sekarang cukup tinggi. Sulit masyarakat untuk menemukan ART yang sesuai dan cocok untuk kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

Karenanya, menurutnya, ART bisa meminta kenaikan upah. Jika tidak disetujui, mereka bisa pindah ke tempat kerja baru yang upahnya sesuai.

Sebelumnya, kata Machus, lebih sering komoditas bahan pangan masuk 10 penyumbang inflasi. Dengan masuknya komponen nonpangan dalam penyumbang inflasi, bisa berarti ekonomi tidak hanya digerakkan dari kebutuhan primer.

“Sektor ekonomi lain juga bergerak selain dari komoditas pangan yang memang kebutuhan primer masyarakat. Namun diharapkan sektor lain juga bergerak seperti konstruksi dan perdagangan,” terangnya.

Machsus menjelaskan, jika inflasi konsisten naik di atas 2 persen, artinya ekonomi mulai pulih dengan bergeraknya sektor usaha masyarakat. Berdasarkan data BPS Kota Probolinggo, inflasi year in year Kota Probolinggo, masih di bawah 2 persen. Yakni, hanya 1,76 persen, sedangkan pada 2020 hanya mencapai 1,93 persen. (put/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Selama Januari 2021, Kota Probolinggo tercatat mengalami inflasi tertinggi ketiga di Jawa Timur. Tercatat 0,28 persen dan masih di bawah Kota Madiun dan Surabaya.

Namun, berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, banyak komoditas pangan yang masuk 10 besar penyumbang inflasi. Pada Januari 2021, tercatat ada 3 komoditas nonpangan yang ikut menyumbang inflasi.

“Ada 3 komoditas nonpangan yang masuk 10 penyumbang inflasi. Yaitu, kenaikan upah asisten rumah tangga; kenaikan upah tukang nonmandor; dan kenaikan harga emas perhiasan,” ujar Kasi Statistik dan Distribusi BPS Kota Probolinggo Moch Machsus, kemarin (2/2).

Machsus mengatakan, kenaikan upah, baik bagi asisten rumah tangga maupun tukang, bukan disebabkan dampak pandemi korona. “Dari survei kepada kontraktor, kenaikan upah tukang ini karena dari pemerintah ada penyesuaian upah bagi tukang. Kalau untuk ART (asisten rumah tangga) ini karena nilai tawar ART sekarang cukup tinggi. Sulit masyarakat untuk menemukan ART yang sesuai dan cocok untuk kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

Karenanya, menurutnya, ART bisa meminta kenaikan upah. Jika tidak disetujui, mereka bisa pindah ke tempat kerja baru yang upahnya sesuai.

Sebelumnya, kata Machus, lebih sering komoditas bahan pangan masuk 10 penyumbang inflasi. Dengan masuknya komponen nonpangan dalam penyumbang inflasi, bisa berarti ekonomi tidak hanya digerakkan dari kebutuhan primer.

“Sektor ekonomi lain juga bergerak selain dari komoditas pangan yang memang kebutuhan primer masyarakat. Namun diharapkan sektor lain juga bergerak seperti konstruksi dan perdagangan,” terangnya.

Machsus menjelaskan, jika inflasi konsisten naik di atas 2 persen, artinya ekonomi mulai pulih dengan bergeraknya sektor usaha masyarakat. Berdasarkan data BPS Kota Probolinggo, inflasi year in year Kota Probolinggo, masih di bawah 2 persen. Yakni, hanya 1,76 persen, sedangkan pada 2020 hanya mencapai 1,93 persen. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/