alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

KANIGARAN,Radar Bromo – Sejumlah 235 petani di Kota Probolinggo, terancam tidak bisa mendapat pupuk bersubsidi. Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Hal ini diungkapkan Kabid Teknologi Pertanian, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo, Irhamni Alfatif. “Total petani Kota Probolinggo yang terdata lebih dari 5.000 petani. Namun yang terdata dalam e-RDKK sampai 25 September, baru 4.765 orang. Sisanya petani yang tidak terdata, tidak jelas alamatnya, sehingga tidak masuk e-RDKK,” jelasnya, kemarin.

Dispertahankan telah melibatkan penyuluh pertanian untuk mendorong petani mendaftar dalam e-RDKK. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan tidak mendaftarkan diri. “Jika tidak masuk e-RDKK, maka tidak berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Karena pupuk bersubsidi diberikan kepada petani berdasarkan data dari e-RDKK,” jelasnya.

Hal inilah yang kerap menjadi permasalahan, petani yang tidak masuk e-RDKK ini mendatangi kios untuk membeli pupuk bersubsidi. Seharusnya, kios tidak bisa memberikan pupuk bersubsidi. “Namun, kadang untuk menghindari pertengkaran dengan petani yang tidak masuk e-RDKK, pemilik kios memberikan juga,” ujarnya.

Irham mengatakan, memang benar ada petani yang mengeluh tidak mendapat pupuk subsidi. Hal ini terjadi karena mereka tidak masuk e-RDKK. “Prosedurnya untuk mendapatkan pupuk subsidi harus masuk e-RDKK. Hal ini juga telah kami sampaikan kepada kelompok tani untuk masuk e-RDKK. Lebih dari 90 persen anggota kelompok tani sudah masuk,” terangnya.

Disinggung solusi untuk petani yang tidak mendapat pupuk bersubsidi, Irham menyebutkan, satu-satunya alternatif menggunakan pupuk nonsubsidi. “Akhirnya pakai pupuk nonsubsidi satu-satunya bagi yang tidak masuk dalam e-RDKK,” ujarnya. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU