alexametrics
28C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Dinsos Probolinggo Gelar Puncak Peringatan BBGRM ke-XVII – HKG ke-48

PUNCAK Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XVII dan Hari Kesatuan Geràk (HKG) PKK ke-48 Kota Probolinggo Tahun 2020 berlangsung sederhana, singkat, dan terbatas di tengah pendemi Covid-19. Senin (30/11) lalu, acara yang digelar di Orin Hall and Resto Jalan Panjaitan, Kota Probolinggo, itu dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, S.PD., M.M., M.HP.

Siang itu, Wali Kota didampingi istrinya, Hj. Aminah Hadi Zainal Abidin yang juga ketua TP PKK Kota Probolinggo. Saat memasuki lokasi acara, Wali Kota dan Hj. Aminah langsung disambut penari cilik sembari menyerahkan bukket bunga dan diarahkan menuju meja VIP.

SAMBUTAN: Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP., saat membuka Puncak Peringatan BBGRM ke-XVII dan PHKG PKK ke-48, di Hall Orin Cafe & Resto, Kota Probolinggo.

Kegiatan siang itupun dibuka dengan penampilan para penari cilik yang menyuguhkan Tari Gotong Royong dan musik band religi.

Suasana peringatan kali ini memang sedikit berbeda. Puncak peringatan BBGRM dan HKG PKK tahun ini, tepat setelah 7 hari meninggalnya kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Drs. Zainullah, M.M. Terselip pula doa bersama seluruh peserta kegiatan untuk almarhum.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo Rachma Nurcahyanti mengatakan, kegiatan ini bertujuan menjaga dan melestarikan budaya gotong-royong sebagai budaya asli bangsa Indonesia.

“Selain itu, juga untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan. Meningkatkan kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan sekaligus meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab di masyarakat,” ujarnya.

LAPORAN: Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Rachma Nurcahayarini, S.Sos., M.Si., menyampaikan laporan kegiatan Puncak Peringatan BBGRM ke-XVII dan HKG PKK ke-48, Senin (30/11).

Kegiatan ini diwarnai penyerahan trofi dan piagam penghargaan Lomba Gotong Royong Terbaik tingkat Kota Probolinggo tahun 2020. Lomba Taman Baca Masyarakat pada Taman Posyandu TP PKK Kota Probolinggo tahun 2020. Juara II Lomba KB Kes Tingkat Provinsi Jawa Timur; serta penyerahan simbolis bantuan sosial berupa sembako kepada ODGJ di Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi nilai-nilai kegotong-royongan masih lestari dan dirawat baik di Kota Probolinggo ini. “Gotong-royong merupakan warisan budaya, tradisi, dan karakter yang melekat dalam diri masyarakat Indonesia. Gotong-royong adalah salah satu kearifan lokal yang kini menjadi filter modernisasi dan globalisasi,” ujarnya.

Peringatan BBGRM dan HKG PKK, tahun ini diawali dengan lomba gotong royong terbaik yang digelar sejak 20 Februari lalu. Mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Kota Probolinggo. Penilaiannya meliputi 4 indikator. Yakni, bidang kemasyarakatan; bidang sosial budaya dan agama; bidang ekonomi; dan bidang lingkungan.

GOTONG-ROYONG: Tari Gotong Royong mencerminkan karakter masyarakat Kota Probolinggo, yang suka bekerja sama.

Pada 25 Februari, keputusan camat tentang penetapan pelaksanaan penilaian lomba gotong royong diterima tim penilai lomba gotong royong tingkat Kota Probolinggo. Selanjutnya, pada 27 Februari dan 2 Maret, tim melakukan penilaian administrasi verifikasi lapangan. Keesokan harinya, 3 Maret, barulah dilakukan rapat tim penilai pelaksanaan lomba gotong-royong terbaik tingkat Kota Probolinggo, yang ditetapkan dan disahkan dalam Keputusan Wali Kota Probolinggo.

Bila dirunut dari tingkat kecamatan, 5 kelurahan terbaik dari masing-masing kecamatan di antaranya Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan; Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih; Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan; Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok; dan Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Alhasil, pemenang lomba rotong royong terbaik tingkat Kota Probolinggo 2020, adalah juara I Kelurahan Sukabumi; juara II Kelurahan Pakistaji; dan juara III Kelurahan Ketapang. “Khusus juara I, Kelurahan Sukabumi, selanjutnya mewakili Kota Probolinggo mengikuti Lomba Gotong-royong Terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2021,” ujar Wali Kota.

SAMBUT: Kehadiran Wali Kota bersama sang istri Hj. Aminah menjadi magnet tersendiri bagi para peserta Puncak Peringatan BBGRM dan HKG PKK.

Selain Lomba Gotong Royong Terbaik, Dinsos juga menggelar Lomba Taman Baca Masyarakat pada Taman Posyandu TP PKK Kota Probolinggo. Hasilnya, juara I dimenangkan Taman Baca Sumber Pacar, Kelurahan Tisnonegaran; juara II Taman Baca Kenangan, Kelurahan Jrebeng Kidul; dan juara III Taman Baca Mangga Kelurahan Triwung Kidul.

Kemudian, juara harapan I diraih Taman Baca Harapan Kelurahan Wiroborang dan Juara Harapan II Taman Baca Saroja dari Kelurahan Jrebeng Kidul. Dalam kesempatan ini, juga diserahkan juara II Lomba KB Kes Tingkat Provinsi Jawa Timur, yang diraih Kecamatan Kademangan.

Wali Kota berharap kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuhnya nilai-nilai kegotong-royongan tidak hanya dilakukan saat ada momentum bulan Bhakti Gotong-royong. Tapi harus mendarah daging dalam perilaku sehari-hari. Sehingga, tanpa diminta ketika ada yang butuh pertolongan, menjadi kewajiban untuk menolongnya.

“Saat ini banyak yang terpapar Covid-19. Bahkan, ada yang sampai meninggal dunia. Untuk itulah, saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Probolinggo, tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan 3M. Memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah,” harapnya.

Wali Kota juga mengingatkan agar semua elemen terlibat dalam merawat nilai-nilai kegotong-royongan, termasuk PKK. PKK sebagai sebuah gerakan masyarakat yang berkontribusi aktif dalam pembangunan. Gerakan yang tumbuh dari bawah atau lingkungan terkecil yakni keluarga.

Gerakan PKK pengelolaannya dari, oleh, dan untuk masyarakat yang memiliki peran penting melaksakanan budaya goytong-royong. Menurutnya, peran PKK terbukti mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan partisipasi masyarakat pelaksanaan gotong-royong di tengah masyarakat. (el/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU