alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Harga Sejumlah Komoditas di Probolinggo Ini Mulai Naik

KANIGARAN, Radar Bromo – Setelah sempat anjlok, harga beberapa komoditas pertanian di Kota Probolinggo, mulai beranjak naik. Bahkan, kenaikannya bisa mencapai lipat tiga. Seperti cabai rawit. Namun, hasil panennya mulai berkurang dibanding tiga pekan lalu.

Beberapa pekan lalu cabai rawit hanya dihargai Rp 5.000 per kilogram. Kini, petani bisa menjual antara Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kilogram. “Harga cabai rawit sekarang sudah mulai naik. Sempat saya jual di bawah Rp 5.000 per kilogram ke tengkulak. Rp 3.500 per kilogram pernah, tapi sekarang sudah lumayan,” ujar salah seorang petani asal Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Sulistyo, 40.

Meski harganya semakin mahal, kata Sulistyo, hasil panennya sudah menurun. Katanya, kini masa panen cabai rawit sudah selesai. Ia mencontohkan, bila sebelumnya sekali panen bisa menghasilkan sampai 10 kilogram cabai rawit segar, saat ini maksimal hanya 3 kilogram. “Hasilnya memang tidak sebanyak tiga minggu lalu waktu harga masih murah. Sekarang sudah mulai hujan, artinya sudah mau selesai masa tanam cabai,” ujarnya.

Selain harga cabai rawit, harga daging ayam juga meningkat. Pekan lalu harganya masih Rp 28.000 per kilogram, kini mencapai Rp 34.000. “Sudah naik lagi, tapi harga ini terbilang masih wajar. Kalau di pasar lebih murah. Di pasar mungkin kisaran Rp 32.000 sampai Rp 32.000 per kilogram,” ujar pedagang ayam potong, Mukhlis.

Menurutnya, naik turunnya harga tergantung distributor. Pedagang hanya mengikuti harga dari mereka. “Kalau dari distributor naik, ya naik. Kalau turun, ya turun. Yang sulit itu kan kalau tidak ada yang beli. Tapi, waktu Maulid Nabi, kemarin lumayan ramai yang beli. Sehari bisa jual 50 kilogram daging ayam,” ujarnya. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Setelah sempat anjlok, harga beberapa komoditas pertanian di Kota Probolinggo, mulai beranjak naik. Bahkan, kenaikannya bisa mencapai lipat tiga. Seperti cabai rawit. Namun, hasil panennya mulai berkurang dibanding tiga pekan lalu.

Beberapa pekan lalu cabai rawit hanya dihargai Rp 5.000 per kilogram. Kini, petani bisa menjual antara Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kilogram. “Harga cabai rawit sekarang sudah mulai naik. Sempat saya jual di bawah Rp 5.000 per kilogram ke tengkulak. Rp 3.500 per kilogram pernah, tapi sekarang sudah lumayan,” ujar salah seorang petani asal Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Sulistyo, 40.

Meski harganya semakin mahal, kata Sulistyo, hasil panennya sudah menurun. Katanya, kini masa panen cabai rawit sudah selesai. Ia mencontohkan, bila sebelumnya sekali panen bisa menghasilkan sampai 10 kilogram cabai rawit segar, saat ini maksimal hanya 3 kilogram. “Hasilnya memang tidak sebanyak tiga minggu lalu waktu harga masih murah. Sekarang sudah mulai hujan, artinya sudah mau selesai masa tanam cabai,” ujarnya.

Selain harga cabai rawit, harga daging ayam juga meningkat. Pekan lalu harganya masih Rp 28.000 per kilogram, kini mencapai Rp 34.000. “Sudah naik lagi, tapi harga ini terbilang masih wajar. Kalau di pasar lebih murah. Di pasar mungkin kisaran Rp 32.000 sampai Rp 32.000 per kilogram,” ujar pedagang ayam potong, Mukhlis.

Menurutnya, naik turunnya harga tergantung distributor. Pedagang hanya mengikuti harga dari mereka. “Kalau dari distributor naik, ya naik. Kalau turun, ya turun. Yang sulit itu kan kalau tidak ada yang beli. Tapi, waktu Maulid Nabi, kemarin lumayan ramai yang beli. Sehari bisa jual 50 kilogram daging ayam,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/