alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Hutan di Bulujaran Kidul Tegalsiwalan Dilalap Api    

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Hutan di Dusun Buga’an, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo dilalap api sepanjang Selasa (1/9) malam hingga Rabu (2/9).

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, hutan diketahui terbakar pada pukul 22.00, Selasa (1/9). Tepatnya di titik koordinat -7.881904,113.285039. Saat itu masyarakat dari jauh melihat ada titik api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, petugas BPBD beserta relawan dan polisi hutan pun mendatangi lokasi kebakaran. Namun, lokasi itu sulit dijangkau kendaraan. Sehingga, proses pemadaman dengan cara manual.

Karena dilakukan dengan cara manual, pemadaman pun membutuhkan waktu lama. Sampai Rabu (2/9) siang, belum semua titik api berhasil dipadamkan.

”Sekarang masih proses pemadaman. Bagian bawah sudah berhasil dipadamkan, tapi masih ada bagian atas yang belum berhasil dipadamkan,” katanya.

Dilanjutkan Anggit, kebakaran awalnya terjadi di wilayah barat. Titik api itu sudah berhasil dipadamkan. Tapi, ternyata muncul titik api baru di wilayah timur yang saat ini sedang dipadamkan.

“Kalau penyebab terjadi kebakaran masih belum diketahui pasti. Tapi dugaan karena faktor alam. Di musim kemarau, panas terik matahari bisa mengakibatkan lahan kering terbakar,” ungkapnya. (mas/hn)

 

 

 

 

 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Hutan di Dusun Buga’an, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo dilalap api sepanjang Selasa (1/9) malam hingga Rabu (2/9).

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, hutan diketahui terbakar pada pukul 22.00, Selasa (1/9). Tepatnya di titik koordinat -7.881904,113.285039. Saat itu masyarakat dari jauh melihat ada titik api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, petugas BPBD beserta relawan dan polisi hutan pun mendatangi lokasi kebakaran. Namun, lokasi itu sulit dijangkau kendaraan. Sehingga, proses pemadaman dengan cara manual.

Karena dilakukan dengan cara manual, pemadaman pun membutuhkan waktu lama. Sampai Rabu (2/9) siang, belum semua titik api berhasil dipadamkan.

”Sekarang masih proses pemadaman. Bagian bawah sudah berhasil dipadamkan, tapi masih ada bagian atas yang belum berhasil dipadamkan,” katanya.

Dilanjutkan Anggit, kebakaran awalnya terjadi di wilayah barat. Titik api itu sudah berhasil dipadamkan. Tapi, ternyata muncul titik api baru di wilayah timur yang saat ini sedang dipadamkan.

“Kalau penyebab terjadi kebakaran masih belum diketahui pasti. Tapi dugaan karena faktor alam. Di musim kemarau, panas terik matahari bisa mengakibatkan lahan kering terbakar,” ungkapnya. (mas/hn)

 

 

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/